Pewarta : Rosita Dewi
OGAN ILIR — Operator desa dan kepala desa se-Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Operator Desa terkait penggunaan Aplikasi Siskeudes dan Jaga Desa angkatan IV (klaster terakhir) yang digelar di Gedung TP-PKK KPT Tanjung Senai, Indralaya, pada Rabu (29/10/2025).
Selain peserta dari Kecamatan Tanjung Raja, kegiatan ini juga diikuti oleh operator dan kepala desa dari tiga kecamatan lainnya, yakni Sungai Pinang, Indralaya Utara, dan Pemulutan Selatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Ogan Ilir, Ariyadi, SP., M.Si. Turut hadir dalam kesempatan tersebut para camat dari masing-masing kecamatan peserta, serta narasumber dari Dinas PMD Ogan Ilir, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir, KPP Pratama Kayu Agung, dan Bank Sumsel Babel Cabang Ogan Ilir.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) bekerja sama dengan para kepala desa di wilayah terkait.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD Ogan Ilir, Ariyadi, SP., M.Si., menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membekali para operator desa dengan kemampuan mengoperasikan Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) dan Aplikasi Jaga Desa dengan baik.
“Kami berharap, setelah pelatihan ini setiap desa mampu mengelola keuangan secara tertib, cepat, dan akuntabel. Setiap rupiah dana desa harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. Yang tak kalah penting, operator desa juga harus rutin memperbarui data secara real time di aplikasi tersebut,” ujar Ariyadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara atas terlaksananya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kami sampaikan kepada BKAD dan seluruh kepala desa yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BKAD Kecamatan Tanjung Raja, Abdul Her, mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 114 peserta dari empat kecamatan. Kegiatan berlangsung selama dua hari dan bertujuan meningkatkan kapasitas serta wawasan operator desa dalam penyusunan laporan keuangan desa yang akuntabel dan transparan.
“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk memperkuat kemampuan operator desa dalam melaksanakan pengelolaan dan pelaporan keuangan desa secara profesional dan transparan sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Abdul Her.













