Ajang Syarif Dan KDM

0
210

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Dalam pesan di media sosial dengan 15 juta pengikut, KDM menuliskan “Untuk Kang Ajang Syarif, semoga yang saya sampaikan menjadi evaluasi dan disikapi dengan bijak Haturnuhun”. Sebuah sapaan yang bermakna dan tetap menjalin persahabatan antara pimpinan dan rakyat yang mengidolakannya.

Sebagai penulis saya tertarik sedikit berbagi perspektif tentang “hubungan” antara Bapak Ajang Syarif dan KDM. Secara faktual hubungan Ajang Syarif dan KDM ada tiga: pertama hubungan pemimpin dan rakyatnya. KDM adalah pemimpin Jawa Barat, Ajang Syarif adalah rakyat Jawa Barat.

Kedua hubungan antara orang yang mengidolakan dengan Sang Idola. Bukankah banyak orang yang meniru Elvis Presley ? Rhoma Irama ? Bahkan Presiden RI, Joko Widodo ? Ini adalah hal yang alamiah yang bisa menimpa para pesohor dan orang orang beken.

Ketiga hubungan sebagai konten kreator. KDM dan Ajang Sayarif sama sama konten kreator, walau maaf kelas influencernya sangat jauh berbeda. Dunia media sosial adalah dunia “merdeka” bagi siapa pun berekspresi. Ajang Syarif sangat terinspirasi dan termotivasi oleh konten konten KDM.

Setidaknya tiga hubungan di atas menjadi asbab mengapa Ajang Syarif menjadi SDM (Syarif Dedi Mulyadi) ? Semoga saja para “dulpikator” tokoh seperti Bapak Ajang Syarif mampu memberi hiburan bagi rakyat Jawa Barat dan netizen dan terhindar dari hal hal yang manipulatif dan merugikan masyarakat.

Sebagai sitir spiritual, “Bukankah kita ingin meniru sifat sifat Tuhan ?” Setidaknya Ajang Syarif ingin meniru sifat sifat baik KDM, mengapa tidak? Selama tidak ada yang dirugikan dan manipulatif modus.

Sehat selalu Bapak Ajang Syarif dan KDM. Mengidolakan dan menduplikasi KDM lebih baik dari menghujat dan menebar modus berlatar politik dan agama. Ungkapan bijak mengatakan “Setiap barang bagus, istimewa, pasti ada KW_nya”.