Peristiwa

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kabupaten Berau Pilih Format “Aman dan Terkendali” ???

adminsigiku.com
×

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kabupaten Berau Pilih Format “Aman dan Terkendali” ???

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Haris/Kartini

Kabupaten Berau – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kabupaten Berau tak sekadar seremoni. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Berau justru memilih format “aman dan terkendali” dengan memusatkan kegiatan di GOR Pemuda Tanjung Redeb, langkah yang memicu sorotan soal arah dari peringatan May Day.

Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani, menegaskan seluruh rangkaian telah disiapkan lewat koordinasi lintas sektor, mulai dari serikat buruh, kepolisian hingga pihak perusahaan. Namun, di balik narasi kolaborasi itu, terselip realitas lain, keterbatasan anggaran yang diakui sendiri oleh penyelenggara.

Alih-alih menjadi panggung penyampaian aspirasi buruh, peringatan kali ini dikemas dalam format kegiatan massal seperti senam bersama, donor darah, hingga pemeriksaan kesehatan gratis, ditambah pembagian doorprize.

Agenda yang lebih menyerupai festival ini memunculkan pertanyaan: apakah esensi perjuangan buruh kini bergeser menjadi sekadar seremoni simbolik ?

Disnakertrans juga menggandeng event organizer serta melibatkan pelaku UMKM binaan pemerintah daerah. Di satu sisi, ini disebut sebagai upaya berbagi manfaat ekonomi. Namun di sisi lain, pendekatan ini memperkuat kesan bahwa May Day “dijinakkan” menjadi agenda hiburan yang minim tekanan terhadap isu-isu ketenagakerjaan.

Anang membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan buruh tetap menjadi perhatian dan akan terus dikawal melalui jalur kolaborasi. Meski begitu, pernyataan itu belum sepenuhnya menjawab kritik klasik, tanpa ruang ekspresi yang kuat, bagaimana suara buruh bisa benar – benar terdengar ?.

Dengan konsep yang terpusat dan terkondisikan, peringatan May Day di Berau tahun ini memang menjanjikan suasana kondusif. Namun, publik berhak bertanya—apakah kondusif berarti aspirasi benar-benar terwadahi, atau justru diredam secara halus ?