Pewarta : Arief
Kota Bandung – Kepercayaan penuh kembali diberikan kepada Phinera Wijaya atau yang akrab disapa Kang Icak untuk memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat selama empat tahun ke depan. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) XII IPSI Jawa Barat yang digelar di Hotel Savoy Homann, Sabtu (2/5/2026).
Seluruh utusan perguruan serta perwakilan IPSI kabupaten/kota se-Jawa Barat sepakat menetapkan H. Phinera Wijaya, S.E. sebagai Ketua Umum periode 2026 – 2030. Keputusan ini mencerminkan konsolidasi kuat internal organisasi sekaligus pengakuan atas capaian prestasi yang telah ditorehkan selama masa kepemimpinannya.
Dalam sambutannya, Kang Icak menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga marwah pencak silat Jawa Barat sebagai barometer nasional.
“Kepercayaan ini adalah amanah luar biasa. Kami menyadari tantangan ke depan tidak ringan, terutama dengan adanya efisiensi dan refocusing anggaran yang berpotensi berdampak pada pembinaan prestasi. Namun demikian, kami tetap optimistis Jawa Barat mampu mempertahankan tradisi juara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa target utama ke depan adalah mempertahankan dominasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTB/NTT 2028, sekaligus mengukir quattrick juara umum. Untuk mencapai itu, Kang Icak menekankan pentingnya soliditas organisasi, kepengurusan yang kredibel, serta komitmen bersama seluruh elemen.

“IPSI Jawa Barat harus tetap menjadi simbol kekuatan pencak silat nasional. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat, loyalitas, dan integritas seluruh jajaran untuk menjaga konsistensi prestasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan yang diraih selama ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari atlet, pelatih, ofisial, hingga dukungan perguruan dan pengurus di daerah.
Sementara itu, perwakilan Pengurus Besar IPSI, Benny G. Sumarsono, yang hadir mewakili Ketua Umum PB IPSI, memberikan apresiasi atas capaian luar biasa IPSI Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kang Icak bersama Sekretaris Yusuf Munawar.
“Hat-trick juara umum PON pada 2016, 2021, dan 2024 adalah bukti konkret keberhasilan kepemimpinan yang solid dan terukur. Jawa Barat menjadi satu-satunya daerah dengan konsistensi prestasi seperti ini,” ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian strategis lainnya, termasuk pembangunan padepokan pencak silat seluas delapan hektare di kawasan Kiara Payung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dengan nilai investasi mencapai Rp. 45 miliar. Fasilitas ini menjadi salah satu yang paling representatif di Indonesia, di luar kompleks TMII.
“Ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembangunan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Jawa Barat layak menjadi rujukan nasional,” tambahnya.
Sejumlah capaian penting IPSI Jawa Barat di era kepemimpinan Phinera Wijaya antara lain dominasi di ajang PON, kontribusi signifikan terhadap tim nasional di Asian Games, SEA Games, dan kejuaraan dunia, serta inisiasi berbagai program strategis seperti pengembangan pencak silat militer dan kejuaraan tingkat nasional.
Musprov XII IPSI Jawa Barat turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan PB IPSI, jajaran TNI, KONI Jawa Barat, Dispora, serta perwakilan perguruan dan pengurus IPSI se – Jawa Barat.
Dengan mandat baru ini, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan prestasi, tetapi memastikan keberlanjutan sistem pembinaan di tengah keterbatasan sumber daya sebuah ujian nyata bagi kepemimpinan Kang Icak dalam menjaga supremasi pencak silat Jawa Barat di kancah nasional dan internasional.













