Peristiwa

BPBD Garut Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan dan Karhutla Musim Kemarau 2026

adminsigiku.com
×

BPBD Garut Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan dan Karhutla Musim Kemarau 2026

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Agus Lukman

Kabupaten Garut – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla) menjelang musim kemarau 2026. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengaktifkan kembali tim reaksi cepat di sejumlah dinas terkait.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengatakan koordinasi lintas instansi telah dilakukan guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana saat musim kemarau.

“Kita akan mengaktifkan kembali tim reaksi cepat di beberapa dinas dan menggelar apel kesiapsiagaan,” ujarnya.

Setelah masa siaga darurat hidrometeorologi berakhir pada 30 April 2026, fokus penanganan kini bergeser pada ancaman kekeringan yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Garut.

Meski awal Mei masih diwarnai hujan dengan intensitas cukup tinggi, BPBD tetap melakukan pemetaan dan pemantauan wilayah rawan terdampak kekeringan maupun karhutla berdasarkan evaluasi kejadian tahun sebelumnya.

Menurut Aah, koordinasi bersama organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, hingga BPBD Provinsi Jawa Barat terus diperkuat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi, terutama terkait distribusi air bersih dan pengairan lahan pertanian.

Selain ancaman kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang rawan terjadi di kawasan perbukitan dan pegunungan, salah satunya di kawasan Gunung Guntur.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD telah menyiapkan tangki air dan pompa air. Namun demikian, keterbatasan peralatan untuk menjangkau titik kebakaran di wilayah pegunungan masih menjadi tantangan tersendiri.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau berlangsung.