Jalan Rusak Belum Tuntas, DPU Sukabumi Singgung Dampak Perang Iran – Amerika

0
181

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Kabupaten Sukabumi kembali dihadapkan pada lambannya pembangunan infrastruktur jalan. Kali ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menyebut dua faktor utama yang menjadi penyebab molornya proyek jalan, yakni persoalan izin pertambangan dan dampak perang Iran – Amerika terhadap harga material.

Dalam keterangannya pada Rabu (13/05/2026), Uus menyatakan konflik global telah memicu kenaikan dolar terhadap rupiah yang berdampak langsung pada harga bahan material seperti Pasir, Batu Boulder, Aspal, Hotmix, hingga Beton. Akibatnya, banyak proyek harus menghitung ulang Rancangan Anggaran Belanja (RAB) sehingga waktu pengerjaan ikut mundur.

“Perang Iran – Amerika berdampak pada melonjaknya harga material alam dan membuat penghitungan ulang anggaran proyek harus dilakukan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memicu sorotan publik. Pasalnya, masyarakat menilai alasan konflik internasional tidak seharusnya menjadi pembenaran atas lambannya perbaikan jalan di daerah. Di sisi lain, kerusakan jalan kabupaten masih dikeluhkan warga di berbagai titik karena mengganggu aktivitas ekonomi dan membahayakan pengguna jalan.

Meski begitu, Uus memastikan proyek infrastruktur tetap berjalan sesuai skema yang telah dijadwalkan walaupun anggaran pemerintah daerah terkena efisiensi.

Ia juga menegaskan proses lelang proyek melalui LPSE terus dilakukan secara bertahap dan berharap harga material tidak kembali mengalami kenaikan.

Selain menyoroti faktor global, DPU juga meminta masyarakat ikut menjaga saluran air agar tidak tersumbat dan mengingatkan kendaraan bertonase berlebih agar tidak melintas di jalan kabupaten karena mempercepat kerusakan infrastruktur.

Namun bagi warga, yang paling dibutuhkan bukan sekadar penjelasan, melainkan kepastian kapan jalan – jalan rusak benar – benar diperbaiki.