Pesilat Italia Ramaikan Festival Pencak Silat Internasional di Ponpes Al-Fath Sukabumi

0
118

Pewarta : Arief

Kota Sukabumi – Pondok Pesantren Al-Fath Kota Sukabumi kembali menjadi pusat pertemuan Budaya dan Persilatan Internasional melalui kegiatan Sunda Camp Aliran Sang Maung Bodas, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tahunan tersebut diikuti puluhan Paguron Pencak Silat dari berbagai daerah, termasuk rombongan Pesilat asal Italia.

Sebanyak 16 Pesilat Italia hadir dipimpin oleh Massimiliano Morandini atau yang dikenal sebagai Guru Max. Selain itu, sekitar 50 Paguron dari Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Banten turut ambil bagian dengan menampilkan beragam atraksi Pencak Silat dan Seni Budaya Tradisional.

Festival berlangsung meriah dengan penampilan Seni Debus khas Banten dan Sukabumi, demonstrasi jurus berbagai aliran, hingga pertunjukan budaya Sunda yang memikat perhatian peserta dan tamu undangan.

Pimpinan Ponpes Al-Fath, KH. Fajar Laksana mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi menjadi ruang silaturahmi sekaligus pertukaran ilmu antar Perguruan Silat dari dalam maupun luar negeri.

“Setiap Paguron memiliki filosofi dan karakter gerakan yang berbeda. Ini menjadi kekayaan budaya yang harus dijaga bersama sebagai Warisan Budaya Tak Benda,” ujar KH. Fajar.

Ia menjelaskan, kehadiran Guru Max menjadi bukti bahwa Pencak Silat dan Budaya Sunda memiliki daya tarik kuat di tingkat internasional. menurutnya, selama ini, Guru Max dikenal aktif memperkenalkan Budaya Sunda di Eropa melalui pelatihan, pertunjukan budaya, hingga penerbitan buku.

Dalam kegiatan tersebut, Guru Max turut membagikan buku karyanya kepada peserta. Buku itu tidak hanya membahas dunia persilatan, tetapi juga mengangkat Pengobatan Tradisional, Adat Istiadat, serta nilai – nilai Budaya Sunda yang diperkenalkan ke mancanegara.

Guru Max mengaku telah mendalami budaya Sunda selama lebih dari dua dekade. Ketertarikannya terhadap pencak silat membuat dirinya terus mempelajari berbagai aliran yang berkembang di Indonesia.

“Saya jatuh cinta pada Budaya Sunda dan Pencak Silat. Banyak aliran memiliki karakter yang kuat, seperti Sang Maung Bodas dan Cimande,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Daerah III Kota Sukabumi, Imran Wardhani, yang mewakili Wali Kota Sukabumi, mengapresiasi penyelenggaraan festival internasional tersebut. Menurutnya, Pencak Silat memiliki potensi besar menjadi identitas budaya daerah yang mampu mendorong sektor pariwisata sekaligus pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini memperkuat posisi Sukabumi sebagai daerah yang kaya budaya dan mampu dikenal hingga tingkat internasional,” tandasnya.