Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mengoptimalkan lahan produktif guna mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan dan meningkatkan hasil panen Petani. Komitmen tersebut ditegaskan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono Suwardianto, saat mewakili Bupati Sukabumi pada Gerakan Tanam Serempak 50 Ribu Hektare Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 di Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak.
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional melalui optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, dan perluasan area tanam.
“Optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memanfaatkan potensi lahan secara lebih produktif,” ujarnya.
Tri menyebut Sukabumi merupakan salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat dengan produksi padi mencapai 1.077.867 ton Gabah atau setara 381.200 ton Beras, sekaligus masuk 5 (lima) besar penghasil Padi terbesar di Jawa Barat.
Pemkab Sukabumi juga terus mendorong perluasan areal tanam, pengembangan Padi Gogo seluas 37 ribu hektare, Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan (LP2B), hingga modernisasi pertanian melalui pengembangan Rice Milling Unit (RMU) modern.
Selain itu, penguatan infrastruktur Pertanian seperti Pipanisasi, Pompanisasi, dan Rehabilitasi Irigasi terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan Indeks Panen Petani.
“Petani adalah pejuang pangan bangsa. Pemerintah akan terus mendukung peningkatan produktivitas Pertanian melalui penguatan infrastruktur dan penyuluhan,” tegasnya.

