Penataan PKL Cicadas Tuntas, Farhan Pastikan Bandung Tak Lagi Toleransi Kesemrawutan

0
126

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Muhammad Farhan memastikan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas mulai menunjukkan hasil nyata. Penertiban di sepanjang Jalan Ahmad Yani dinyatakan rampung pada Selasa dini hari, 19 Mei 2026, dan Pemerintah Kota Bandung kini bersiap melanjutkan penataan ke ruas Jalan Cipadung.

Farhan menegaskan, keberhasilan penataan kawasan Cicadas bukan dilakukan dengan pendekatan represif, melainkan melalui komunikasi intensif dan dialog langsung dengan para pedagang. Hasilnya, para PKL membongkar lapaknya secara mandiri setelah tercapai kesepakatan bersama.

“Tadi subuh sudah dipastikan selesai untuk ruas Jalan Ahmad Yani. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung.

Menurutnya, penataan kawasan publik tidak bisa dilakukan dengan cara paksa. Pemerintah harus hadir memberi solusi tanpa mengorbankan masyarakat kecil.

“Kalau mau menggusur orang itu harus ngobrol dulu. Memang prosesnya lama, tapi hasilnya jauh lebih baik,” tegasnya.

Farhan mengaku turun langsung mengawal proses penataan hampir setiap pekan. Bahkan hingga Selasa subuh, ia masih berada di lapangan bersama gabungan organisasi perangkat daerah untuk memastikan pembongkaran berjalan tuntas dan kondusif.

Usai penertiban, fokus berikutnya adalah membenahi infrastruktur dasar yang selama ini terganggu akibat lapak liar, terutama sistem drainase di kawasan Cicadas. Banyak kontrol bak drainase tertutup bangunan semi permanen sehingga memicu genangan saat hujan.

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) akan segera membuka akses drainase dan menormalisasi aliran air agar kawasan tersebut lebih tertata dan bebas banjir.

“Drainase akan diperbaiki dulu karena banyak kontrol bak yang tertutup. Itu yang sekarang dibenahi,” jelasnya.

Meski dilakukan penertiban, Farhan memastikan para PKL tetap akan diberi ruang usaha. Namun ke depan, pola berdagang akan diatur dengan konsep baru yang lebih tertib, bersih, dan terintegrasi dengan penataan kota.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mempercepat penataan kawasan Cicadas. Menurutnya, dorongan dari gubernur menjadi energi tambahan bagi Pemkot Bandung untuk menata wajah kota tanpa menimbulkan konflik sosial.

“Alhamdulillah dibantu oleh Pak Gubernur. Jadi ada dorongan tenaga yang sangat kuat dari Pak Gubernur,” tuturnya.