Pewarta : Anis
Kota Depok – Selepas menunaikan Shalat Jum’at, Masjid Jami Dhuyufurrahman di Jalan Raya Bogor, depan Terminal Jatijajar, Kelurahan Jatijajar, Tapos, Kota Depok, berubah jadi ruang dialog, Jum’at (29/5/2026).
Kapolsek Cimanggis, Kompol Dr. Jupriono, S.H., M.M., CPM., duduk bareng jamaah dalam program Jum’at Curhat .
Tujuannya satu, mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kondusivitas wilayah. Suasananya cair.
Warga dan jamaah bergantian menyampaikan keluh kesah—mulai dari keamanan lingkungan, ronda malam, sampai kabar “teror pocong” yang bikin resah.
Mengawali sambutan, Kompol Jupriono memohon maaf karena mewakili Kapolres Depok yang berhalangan. Ia lalu menanggapi isu Pocong yang sempat viral.
“Alhamdulillah, kondisi Kamtibmas di wilayah kita sampai hari ini masih aman dan kondusif. Tapi aman bukan berarti lengah. Justru disinilah kita harus kompak menjaga bersama,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menekankan, warga jangan mudah percaya dan menyebar info yang belum jelas kebenarannya. Kepanikan hanya akan merugikan diri sendiri.
“Kalau dengar isu Teror Pocong atau kabar meresahkan lainnya, tetap tenang. Jangan panik. Langsung koordinasi ke Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, atau hubungi 110. Layanan darurat itu gratis 24 jam dan tim kami siap meluncur,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Kapolsek juga menyerahkan cinderamata untuk masjid: dua mushaf Al-Qur’an dan satu Jam Dinding untuk DKM Dhuyufurrahman.
Pengurus DKM mengapresiasi langkah humanis Polsek Cimanggis. “Terima kasih Pak Kapolsek. Jumat Curhat ini bikin polisi makin dekat dengan kami. Semoga rutin digelar biar sinergi makin kuat,” ujar perwakilan DKM.
Jum’at Curhat terbukti jadi jembatan efektif, warga berani bersuara, Polisi langsung dengar dan tindaklanjuti.

