Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Depok Supian Suri : Pancasila Bukan Hiasan, Tapi Pedoman Hidup

0
321

Pewarta : Anis.

Kota Depok – Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 digelar khidmat di Lapangan Balai Kota Depok, Senin (1/6/2026) . Wali Kota Depok Supian Suri bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP.

Ia menegaskan, 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan. Hari ini menjadi pengingat agar nilai-nilai dasar bangsa tetap berdenyut dalam perilaku sehari-hari masyarakat.

Tema nasional tahun ini “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema itu menegaskan Pancasila bukan hanya pengikat keberagaman Indonesia, tapi juga berkontribusi pada perdamaian global.

Nilai luhur Pancasila relevan menjaga keutuhan Indonesia, sekaligus menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Supian membacakan pidato Kepala BPIP.

Ia menyebut Pancasila sudah teruji sebagai perekat bangsa di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
Di era penuh ketidakpastian dan potensi perpecahan, Indonesia tetap kokoh berdiri karena menjadikan Pancasila sebagai kompas.

“Pancasila adalah ‘bintang penuntun’ yang membuktikan ketangguhannya. Dunia melihat Indonesia sebagai contoh nyata bagaimana perbedaan disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” katanya.

Dalam amanat itu, Indonesia diingatkan punya amanah konstitusi untuk menjaga ketertiban dunia sesuai Pembukaan UUD 1945. Nilai musyawarah dan mufakat dalam sila ke-4 dinilai jadi kekuatan diplomasi Indonesia meredam konflik internasional.

“Kita ingin dunia memahami, perdamaian bukan sekadar tanpa perang. Perdamaian hadir ketika keadilan dirasakan semua umat manusia,” tegasnya.

Supian berpesan khusus kepada generasi muda agar menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, bukan sekadar hafalan.

“Jangan biarkan nilai luhur ini hanya jadi hiasan dinding kantor atau tulisan di buku sejarah. Terapkan dalam tindakan nyata setiap hari,” pesannya.

Untuk para menteri dan kepala daerah, ia menekankan agar setiap kebijakan lahir dari semangat keadilan sosial. Kebijakan harus berpihak ke rakyat kecil, tidak meninggalkan siapa pun.

Seluruh elemen bangsa juga diajak melawan intoleransi dan radikalisme yang bisa merusak harmoni. Persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial disebut sebagai bekal utama menghadapi tantangan ke depan.

Menutup amanat, Supian mengajak warga memperkuat komitmen kebangsaan.

“Mari tunjukkan ke dunia, Indonesia bangsa besar yang menjunjung religiusitas, kuat karena nilai kemanusiaan, dan bersatu dalam semangat persatuan,” ucapnya.

Upacara ditutup dengan harapan agar peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum baru memperkuat persatuan dan karakter bangsa di tengah dinamika zaman.