Pewarta : Red
Jakarta – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pelajar membakar belasan sertifikat prestasi mendadak viral di media sosial dan memantik perdebatan luas di tengah masyarakat. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kekecewaan setelah sederet prestasi yang dikumpulkan selama bertahun – tahun dinilai tak mampu membantunya dalam Proses Seleksi Pendidikan melalui Jalur Prestasi.
Dalam video tersebut, wanita itu memperlihatkan sekitar 13 Sertifikat Penghargaan dari berbagai ajang kompetisi, mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Dengan nada penuh kecewa, ia mempertanyakan arti dari perjuangan yang telah dilaluinya setelah merasa prestasi yang diraih tidak memberikan hasil sesuai harapan.
Satu per satu sertifikat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam api hingga hangus terbakar. Aksi itu sontak menyita perhatian publik dan menuai ribuan komentar dari warganet.
Sebagian netizen menyayangkan tindakan tersebut. Mereka menilai sertifikat bukan sekadar lembaran kertas, melainkan simbol kerja keras, dedikasi, dan proses panjang yang telah dilalui seorang pelajar.
Namun di sisi lain, tidak sedikit yang memahami luapan emosi tersebut. Mereka menilai peristiwa itu menjadi gambaran kekecewaan banyak siswa yang merasa bingung dengan Mekanisme Jalur Prestasi, terutama terkait jenis penghargaan yang diakui dan memiliki nilai dalam proses seleksi.
Viralnya video tersebut kembali menyoroti Polemik Jalur Prestasi yang setiap tahun kerap menjadi perbincangan. Banyak pihak menilai masih terdapat kesenjangan informasi mengenai kriteria penilaian, bobot prestasi, hingga daftar kompetisi yang diakui oleh Sistem Penerimaan Peserta Didik.
Akibatnya, tidak sedikit siswa dan orangtua yang baru mengetahui bahwa sejumlah sertifikat yang selama ini dianggap bernilai ternyata tidak masuk dalam kategori yang diperhitungkan dalam seleksi.
Fenomena ini pun memunculkan tuntutan agar pemerintah dan penyelenggara pendidikan memberikan informasi yang lebih transparan, terbuka, dan mudah dipahami. Dengan demikian, para pelajar dapat menyusun strategi pengembangan prestasi sejak dini tanpa terjebak pada ekspektasi yang keliru.
Dibalik kontroversi aksi pembakaran sertifikat tersebut, publik melihat adanya pesan yang lebih besar, yakni perlunya evaluasi terhadap Sistem Jalur Prestasi agar mampu memberikan kepastian, keadilan, dan penghargaan yang proporsional bagi para siswa yang telah berjuang mengukir prestasi sejak bangku sekolah.













