Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Sukabumi rfesmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031. Dalam susunan yang telah ditetapkan, Yosep Pujianto dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPC PKB Kota Sukabumi, didampingi Sabrina Ristawan sebagai Sekretaris dan H. Agus Samsul sebagai Bendahara.
Pembentukan kepengurusan tersebut merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kota Sukabumi yang sebelumnya diselenggarakan di Hotel Balcony.
Proses penentuan pengurus dilakukan melalui mekanisme internal partai yang melibatkan tahapan penjaringan, pemetaan kader, hingga Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Berdasarkan hasil UKK tersebut, DPP PKB menetapkan jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara yang akan memimpin DPC PKB Kota Sukabumi selama lima tahun ke depan.
Ketua DPC PKB Kota Sukabumi, Yosep Pujianto, menyampaikan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah membentuk tim formatur serta menyusun program kerja yang berorientasi pada penguatan organisasi dan peningkatan kualitas komunikasi antarstruktur partai.
“Kami akan fokus membangun konsolidasi internal, memperkuat koordinasi antar pengurus, serta menyusun strategi organisasi yang dapat mendukung kemajuan PKB di Kota Sukabumi,” ujarnya.
Menurut Yosep, soliditas kader menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi dan meningkatkan peran partai di tengah dinamika politik daerah. Karena itu, penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah akan menjadi salah satu prioritas kepengurusannya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan semangat pembaruan sekaligus meningkatkan kontribusi PKB dalam pembangunan demokrasi dan kehidupan politik yang sehat di Kota Sukabumi.
Sebelumnya, DPC PKB Kota Sukabumi periode 2021–2026 dipimpin oleh Neneng Salmiah sebagai Ketua, Iman Dermawan sebagai Sekretaris, dan Rd. Fajar Anugrah Wijaya sebagai Bendahara.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, DPC PKB Kota Sukabumi optimistis dapat memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas kader, serta menghadapi berbagai agenda politik mendatang dengan lebih terstruktur dan solid.













