Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Warga dan pengguna Jalan Provinsi ruas Tamanjaya–Palangpang mendesak pemerintah segera melakukan penanganan permanen di titik longsor kawasan Hutan Lindung Cipeucang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Kekhawatiran muncul karena kondisi tebing pascalongsor dinilai masih labil dan berpotensi memicu bencana susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Diketahui, longsor terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Tebing setinggi kurang lebih 80 meter ambrol dan membawa material tanah, batu, serta sejumlah pohon tumbang yang menutup badan jalan sepanjang sekitar 70 meter. Peristiwa tersebut sempat memutus akses lalu lintas di jalur strategis menuju kawasan Geopark Ciletuh.
Salah seorang pengguna jalan sekaligus warga setempat, Rustandi (40), mengatakan hingga kini masih terdapat material tanah dan batu yang menggantung di lereng tebing. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko jika kembali diguyur hujan deras.
“Kalau hujan turun, kami khawatir terjadi longsor susulan. Masih banyak material tanah dan batu yang menempel di bagian atas tebing. Apalagi lokasi ini berada di tanjakan, turunan, sekaligus tikungan yang cukup berbahaya bagi pengguna jalan,” ujar Rustandi kepada sukabumiupdate.com, Jum’at (12/6/2026).
Menurutnya, pembukaan kembali akses jalan melalui penanganan darurat belum cukup menjamin keamanan pengguna jalan. Pemerintah dinilai perlu segera menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Ia berharap instansi terkait segera melakukan kajian teknis dan membangun konstruksi pengaman lereng, seperti tembok penahan tebing (TPT), guna meningkatkan stabilitas tanah di lokasi longsor.
“Kalau ada tembok penahan tebing atau sistem pengaman lereng lainnya, risiko longsor bisa diminimalisir. Jalur ini sangat penting bagi masyarakat maupun wisatawan yang menuju Geopark Ciletuh,” katanya.
Ruas Jalan Tamanjaya – Palangpang merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Ciemas sekaligus menjadi jalur utama menuju kawasan wisata Geopark Ciletuh – Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Setiap hari, jalur tersebut dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat, baik milik warga maupun wisatawan.
Karena itu, warga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga segera merealisasikan langkah penanganan permanen. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, mencegah longsor susulan, serta menjaga kelancaran akses menuju salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Sukabumi.













