Ragam

Sukabumi Didorong Jadi Lumbung Padi Nasional, Kementan Salurkan Benih dan Alsintan

adminsigiku.com
×

Sukabumi Didorong Jadi Lumbung Padi Nasional, Kementan Salurkan Benih dan Alsintan

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat upaya peningkatan Produksi Padi melalui Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam yang dilaksanakan di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).

Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi sekaligus Kepala Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP), Leli Nuryati, mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT) sekaligus menjaga produksi beras nasional di tengah potensi kemarau panjang akibat El Nino.

“Gerakan ini menjadi upaya percepatan peningkatan luas tanam agar produksi beras tetap terjaga dan target swasembada pangan berkelanjutan tahun 2026 dapat tercapai,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, Kementan menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 48.750 kilogram yang mencakup lahan seluas 1.950 hektare bagi 76 kelompok tani di 21 kecamatan. Benih telah mulai disemai sejak 15 Juni dan diperkirakan memasuki masa tanam pada akhir Juni 2026.

Leli menegaskan, peningkatan luas tanam di Sukabumi akan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi padi Jawa Barat maupun nasional. Terlebih, Kabupaten Sukabumi pada 2025 berhasil menempati peringkat kedua nasional sebagai daerah pendukung swasembada produksi padi.

“Kami berharap melalui gerakan ini Sukabumi mampu meningkatkan produksi dan menjadi daerah penghasil beras terbaik di tingkat nasional,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan petani dalam menjaga keberhasilan program swasembada pangan.

“Keberhasilan Sukabumi menjadi salah satu daerah penyumbang produksi padi nasional merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dipertahankan,” ujarnya.

Gerakan yang dilaksanakan serentak di 11 kabupaten di Jawa Barat dan dipusatkan di Kabupaten Subang tersebut turut dihadiri Irjen Kementan Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan yang juga menjabat Pelaksana Harian Dirjen Tanaman Pangan.

Menurut Irham, pemerintah menargetkan luas tanam padi Jawa Barat mencapai 505 ribu hektare pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 404 ribu hektare ditargetkan sudah tertanam pada Juni, sementara sisanya diselesaikan pada Juli.

Ia juga mengingatkan bahwa periode Juli hingga September diperkirakan menjadi masa kritis akibat ancaman El Nino. Karena itu, Kementan memastikan dukungan sarana produksi pertanian, termasuk ketersediaan air, pupuk, benih, serta bantuan alat dan mesin pertanian tetap tersedia bagi petani.

Selain bantuan benih, Kementan turut menyalurkan traktor roda dua dan pompa air guna mempercepat pengolahan lahan dan menjaga keberlanjutan produksi padi di wilayah Sukabumi.