Peristiwa

Anak Kepala Desa Jadi Korban Pembacokan Geng Motor

adminsigiku.com
×

Anak Kepala Desa Jadi Korban Pembacokan Geng Motor

Sebarkan artikel ini

Pewarta A Y Saputra

Kabupaten Ciamis – Sebuah peristiwa mengerikan terjadi pada Minggu dini hari, 21 Juni 2026, di kawasan jalan Banjar – Cimaragas Seorang remaja berusia sekolah menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal yang diduga merupakan anggota geng motor.

Korban diketahui merupakan siswa yang akan duduk di kelas 2 SMP, putra dari Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Asep Ari

Berdasarkan keterangan orang tua korban Asep Ari, insiden bermula saat anaknya hendak mengantarkan temannya ke Ciamis, melalui jalan alternatif, Jalan Banjar – Cimaragas sekitar dinihari menjelang Subuh

Saat dalam perjalanan dengan mengendarai sepeda motor, korban yang sedang dibonceng tiba – tiba diserempet gerombolan motor sekitar 7 motor berboncengan dengan tanpa Plat Nomor dan memakai masker.

Awalnya terlihat sekelompok orang mengendarai motor bergerak bolak – balik, lalu tiba – tiba mendekat dan menyerang tanpa peringatan.

“Anak saya posisinya sedang dibonceng, tib – tiba disabet. Pelakunya beberapa orang pakai motor serta muka menggunakan masker dan membawa celurit. Hanya anak saya yang kena, sedangkan temannya yang menyetir selamat,” ungkap orangtua korban.

Setelah dibacok, lanjutnya, anaknya langsung dibawa ke Rumah Sakit, menurutnya, saat menuju rumah sakit masih ada satu motor yang mengikuti dari belakang mungkin memastikan.

Akibat sabetan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka parah di bagian bahu kiri Korban segera dilarikan untuk mendapatkan pertolongan medis dan harus menjalani penjahitan sebanyak 25 jahitan. Saat ini korban masih dalam perawatan intensif di Puskes Kota Banjar.

Lebih lanjut Asep Ari mengaku bahwa anaknya tidak mempunyai musuh, iapun dibuat kebingungan atas serangan tersebut. Menurut pengakuannya, anaknya dikenal sebagai anak yang baik, tidak pernah berkelahi, dan sama sekali tidak memiliki musuh atau masalah dengan pihak manapun.

“Anak saya orangnya tidak punya musuh, setahu saya juga tidak pernah berkelahi sama orang. Jadi saya tidak tahu kenapa mereka menyerang,” tambahnya.

Pasca kejadian naas tersebut, keluarga korban telah segera melaporkan peristiwa ini ke pihak Jepolisian setempat.

Keluarga korban berharap agar aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas kasus ini, menangkap pelaku, dan menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku demi keadilan dan rasa aman masyarakat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang bertindak brutal tersebut.