Mensos Minta Seluruh Jajaran Kemensos Kawal MPLS Sekolah Rakyat, Target Siap Beroperasi 14 Juli

0
45

Pewarta : Red

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menginstruksikan seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian Sosial bergerak bersama memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026 berjalan tanpa hambatan.

Instruksi tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi kesiapan Sekolah Rakyat, Kamis (2/7/2026), yang membahas empat aspek krusial, yakni kesiapan sarana dan prasarana, migrasi serta rekrutmen siswa, kesiapan kepala sekolah dan tenaga pendidik, hingga pelaksanaan MPLS.

Menurut Gus Ipul, keberhasilan program Sekolah Rakyat merupakan tanggung jawab seluruh jajaran Kemensos, sehingga tidak boleh dibebankan kepada satu unit kerja semata.

“Karena ini menjadi kepentingan seluruh Kementerian Sosial, bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja. Semua harus tahu, semua harus terlibat, semua harus ikut mendengarkan, dan semua harus berkontribusi,” tegasnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Mensos juga menginstruksikan para kepala sentra mengawal proses perpindahan siswa dari Sekolah Rakyat Rintisan menuju Sekolah Rakyat Permanen. Ia mengingatkan agar seluruh aset dan perlengkapan sekolah yang ditinggalkan tetap dijaga sehingga tidak rusak maupun hilang.

“Jangan sampai kursi, bangku, dan perlengkapan lainnya masih ditinggalkan di sana menjadi rusak. Semua itu harus dirawat. Jangan sampai ada yang hilang,” ujarnya.

Untuk memastikan target pembukaan sekolah tercapai, Gus Ipul mengeluarkan enam arahan utama. Di antaranya mengaktifkan kembali Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat dan satuan kerja terkait, mempercepat proses perpindahan ke sekolah permanen, melakukan simulasi menyeluruh sebelum implementasi nasional, mempercepat distribusi perlengkapan sekolah dan kebutuhan siswa, memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait pengelolaan fasilitas, serta mengaktifkan Gugus Tugas Pengendalian guna memitigasi berbagai potensi kendala di lapangan.

Selain itu, ia meminta setiap lokasi Sekolah Rakyat memiliki personel penanggung jawab (PIC) yang memantau kesiapan secara langsung serta memetakan kebutuhan tambahan anggaran apabila diperlukan.

Gus Ipul menegaskan seluruh jajaran harus turun langsung mengawal program prioritas tersebut agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal.

“Saya berharap turun tangan semua ini. Turun tangan, bukan tangan turun ya. Turun tangan,” katanya.

MPLS Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung pada 14 – 31 Juli 2026, kemudian dilanjutkan masa matrikulasi pada 3 Agustus hingga 30 September 2026. Selama MPLS, siswa akan mengikuti pengenalan lingkungan sekolah, pemeriksaan kesehatan, pengenalan tata tertib, pembentukan karakter, serta berbagai kegiatan pendukung sebagai bekal sebelum memasuki proses pembelajaran.