Pemprov Jabar Luncurkan Pariwisata Ramah Muslim, Perkuat Posisi Sebagai Destinasi Wisata Religi

0
11

Pewarta : Anis

Kota Depok – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat resmi meluncurkan program Pariwisata Ramah Muslim di Masjid Jami’ At-Thohir, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (9/7/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Jawa Barat sebagai Destinasi Wisata Religi unggulan di tingkat nasional maupun internasional.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan mayoritas penduduk Jawa Barat yang beragama Islam menjadi modal kuat dalam pengembangan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim. Karena itu, pemerintah daerah bersama pelaku industri pariwisata didorong untuk memenuhi standar layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim.

“Penduduk Jawa Barat mayoritas Muslim. Karena itu kami mendorong pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata untuk memenuhi standar layanan wisata ramah Muslim,” ujar Erwan.

Menurutnya, implementasi program Smiling West Java Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) telah membuahkan hasil positif. Jawa Barat berhasil mempertahankan gelar juara umum pada Anugerah Adinata Syariah selama 2 (dua) tahun berturut – turut.

Pada 2025, Jawa Barat meraih penghargaan di sembilan dari 12 kategori yang diperlombakan. Sementara pada 2026, capaian tersebut meningkat dengan meraih penghargaan pada 12 dari 14 kategori.

Selain penguatan sektor pariwisata, Erwan juga mendorong percepatan Sertifikasi Halal bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Menurutnya, kemudahan akses layanan sertifikasi akan meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendukung ekosistem wisata ramah muslim.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemprov Jawa Barat yang menjadikan Kota Depok sebagai lokasi peluncuran program tersebut.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok untuk mendukung pengembangan Pariwisata Ramah Muslim melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan para pelaku industri pariwisata.

Menurut Chandra, pembangunan sektor pariwisata saat ini tidak lagi semata – mata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada kualitas destinasi melalui penyediaan fasilitas yang lebih baik, termasuk sarana ibadah yang memadai serta ketersediaan produk halal.

“Program pariwisata ramah muslim bukan untuk membatasi wisatawan, melainkan meningkatkan kualitas layanan, fasilitas ibadah, dan produk halal sehingga destinasi menjadi lebih nyaman bagi semua pengunjung,” katanya.

Chandra menambahkan, Kota Depok memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai Destinasi Wisata Religi, Wisata Pendidikan, Wisata Budaya, dan Wisata Ekonomi Kreatif yang mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.