Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Sedikitnya 400 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.000 jiwa di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah sumber mata air mengering.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan kekeringan melanda dua wilayah, yakni Kampung Legok Bitung dan Kampung Kebon Kawung, sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
“Akibat kemarau panjang, dua kampung mengalami kekeringan yang menyebabkan sekitar 1.000 jiwa atau 400 kepala keluarga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Daeng dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7/2026).
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Sukabumi telah mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Sebanyak dua mobil tangki dikerahkan, masing-masing membawa 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Siang tadi BPBD telah menyalurkan dua tangki air bersih. Setiap tangki berkapasitas 5.000 liter,” jelasnya.
Daeng menambahkan, hingga saat ini peristiwa kekeringan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, BPBD masih terus melakukan asesmen di lapangan untuk menghitung dampak dan potensi kerugian akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila terjadi kekurangan air bersih di wilayahnya, sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.

