Pemkot Bandung Matangkan Persiapan Reaktivasi Bandara Husein, Fokus pada Infrastruktur, Branding, dan Layanan Shuttle

0
8

Pemerintah Kota Bandung terus mengoptimalkan berbagai aspek pendukung menjelang operasional kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah dalam mendukung peningkatan konektivitas udara sekaligus memperkuat daya saing Kota Bandung sebagai Destinasi Pendidikan, Bisnis, dan Pariwisata.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, reaktivasi Bandara Husein menjadi momentum strategis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan minat masyarakat dari berbagai wilayah untuk datang ke Kota Bandung, termasuk menempuh pendidikan.

“Kota Bandung sekarang ini sudah mendapatkan reaktivasi Bandara Husein. Mudah – mudahan ini akan menarik lebih banyak orang untuk bersekolah maupun melanjutkan pendidikan tinggi di Kota Bandung,” ujar Farhan.

Menurutnya, saat ini pemerintah masih menunggu kepastian jadwal penerbangan dari masing – masing maskapai yang tengah menyelesaikan proses perizinan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Meski demikian, prospek operasional bandara dinilai cukup menjanjikan. Sejumlah maskapai direncanakan akan melayani sekitar 10 hingga 11 rute penerbangan, termasuk tiga destinasi internasional.

Dari sisi kesiapan daerah, Pemkot Bandung telah menyelesaikan berbagai pembenahan infrastruktur pendukung, termasuk peningkatan kualitas jalan menuju Kawasan Bandara. Selain itu, Pengelolaan Area Parkir di Lanud Husein Sastranegara kini dilakukan melalui kerja sama dengan operator profesional guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Farhan mengungkapkan, terdapat dua fokus utama yang saat ini tengah dipersiapkan pemerintah daerah, yakni menghadirkan identitas visual Kota Bandung di kawasan bandara serta menyediakan layanan shuttle yang terintegrasi bagi penumpang.

“Kami tinggal memastikan dua hal, yaitu menghadirkan desain branding Kota Bandung di Kawasan Bandara dan mencari mitra yang dapat menyediakan layanan shuttle bagi penumpang,” katanya.

Ia menjelaskan, pengadaan layanan shuttle memerlukan kajian komprehensif, mulai dari penentuan operator, jumlah armada, kapasitas layanan, hingga rute operasional yang paling efektif. Karena itu, Pemkot Bandung membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta dalam penyediaan layanan tersebut.

Sementara itu, konsep branding dirancang agar setiap penumpang yang tiba di Bandara Husein dapat langsung merasakan identitas dan karakter khas Kota Bandung sejak memasuki terminal kedatangan.

“Ketika orang mendarat di Kota Bandung, mereka diharapkan langsung merasakan suasana dan karakter Kota Bandung sejak berada di bandara. Konsep itu yang sedang kami siapkan,” jelasnya.

Farhan juga menyampaikan bahwa berdasarkan penetapan dari InJourney Airports, nama resmi fasilitas tersebut kini menjadi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung.

Selain mempersiapkan aspek pelayanan, Pemkot Bandung turut memperkuat pengawasan terhadap kondisi lingkungan di sekitar kawasan bandara. Upaya tersebut dilakukan melalui penertiban persoalan sampah serta aktivitas pembakaran terbuka yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

“Kami bersama unsur aviation security terus melakukan pemantauan di sekitar kawasan bandara untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran yang dapat membahayakan operasional penerbangan,” pungkas Farhan.