Pewarta : Ida
Kota Bandung – Polrestabes Bandung mengakui aksi begal kembali marak terjadi di Kota Bandung. Menyikapi kondisi tersebut, Kepolisian meningkatkan Patroli Malam melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) serta menyiagakan personel di sejumlah titik rawan.
Wakapolrestabes Bandung AKBP, Dedi Supriyadi mengatakan peningkatan patroli dilakukan setelah pihaknya menerima banyak laporan dan masukan dari masyarakat terkait meningkatnya kejahatan jalanan.
“Kami dari Polrestabes Bandung menanggapi adanya masukan dari masyarakat Bandung, di mana aksi begal mulai kembali marak di Kota Bandung,” kata Dedi, Sabtu (18/7).
Menurut Dedi, seluruh polsek di wilayah hukum Polrestabes Bandung kini menempatkan personel di sedikitnya empat hingga lima titik rawan. Patroli difokuskan pada malam hingga dini hari, yang dinilai menjadi waktu paling rawan terjadinya aksi kriminal.
Selain memperkuat patroli, Polrestabes Bandung menegaskan akan menindak tegas para pelaku begal sesuai arahan pimpinan kepolisian.
“Kami akan menindak secara tegas dan terukur terhadap para pelaku begal. Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau menemukan aksi kejahatan dapat segera menghubungi layanan darurat 110. Tim Prabu akan bergerak dengan cepat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto memerintahkan seluruh jajaran kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal yang meresahkan masyarakat.
Meski demikian, Pipit menegaskan tindakan kepolisian harus tetap dilakukan secara terukur, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap menghormati hak asasi manusia.
“Saya perintahkan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Namun kepolisian juga harus menghormati hak asasi setiap orang,” kata Pipit.
Peningkatan patroli dan penegasan tindakan tegas tersebut diharapkan mampu menekan angka kejahatan jalanan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga dini hari di Kota Bandung.

