SMPN 3 Hative Kecil Ambon: Program MBG Prabowo Terhenti 1 Bulan, Orang Tua Minta Perhatian Pemerintah

0
19

Pewarta : Anis

Ambon – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak Indonesia, di SMP Negeri 3 Hative Kecil, Kota Ambon, Maluku, terhenti selama hampir 1 bulan.

Sejak awal Juni hingga pertengahan Juli 2026, ratusan siswa di sekolah yang beralamat di Jln Perum Perikani , Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku* itu tidak lagi menerima MBG.

Menurut informasi dari orang tua murid, terhentinya program disebabkan dapur MBG yang melayani sekolah tersebut mengalami kerusakan. Akibatnya distribusi makanan tidak bisa berjalan.

“Kami sangat menyayangkan. Anak-anak sudah menunggu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapan MBG dimulai lagi,” ujar Ibu Marlen, salah satu orang tua murid, Jumat (17/7/2026).

Sebelum terhenti, sejumlah orang tua juga sempat mengeluhkan kualitas makanan MBG yang diterima anak-anak.

“Ada anak-anak yang bilang makanannya ada yang sudah tidak layak, baunya tidak enak. Kami sudah sampaikan ke guru dan kepala sekolah, tapi belum ada tindak lanjut,” lanjut Ibu Marlen.

Ia berharap keluhan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi agar ke depan MBG benar-benar sesuai standar gizi dan layak konsumsi.
Para orang tua murid SMPN 3 Hative Kecil berharap pemerintah pusat, provinsi, hingga Kota Ambon segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

“Kami mohon kepada Bapak Presiden Prabowo, Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk melihat langsung kondisi di sekolah kami. MBG ini sangat membantu, apalagi untuk anak-anak yang orang tuanya kurang mampu,” kata Ibu Marlen.

Harapan orang tua sederhana: program MBG bisa segera berjalan kembali, dapur diperbaiki secepatnya, dan kualitas makanan dijaga agar anak-anak mendapat asupan bergizi yang layak setiap hari.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak Indonesia, termasuk di daerah.

Dengan terhentinya MBG selama 1 bulan, para orang tua berharap ada evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Mulai dari infrastruktur dapur, pengawasan kualitas makanan, hingga mekanisme pelaporan yang cepat ditindaklanjuti.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Mari kita jaga bersama agar mereka bisa belajar dengan tenang, sehat, dan kenyang. Kami percaya pemerintah akan hadir untuk anak-anak SMPN 3 Hative Kecil,” tutup Ibu Marlen.