Setelah 8 Tahun Penantian, Big Bad Wolf Akhirnya Masuk Kota Bandung, Targetkan 20 Ribu Pengunjung per Hari

0
9

Pewarta : Ida

Kota bandung – Setelah delapan tahun menanti, bazar buku internasional Big Bad Wolf (BBW) akhirnya akan digelar di Kota Bandung. Event literasi berskala internasional tersebut akan berlangsung pada 3–9 Agustus 2026 di Bikasoga Sport Centre, Kecamatan Lengkong, dengan menghadirkan lebih dari satu juta buku serta menargetkan lebih dari 20.000 pengunjung setiap hari.

Sebelumnya, penyelenggaraan BBW di wilayah Bandung Raya selalu berlangsung di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Tahun ini menjadi kali pertama ajang tersebut hadir di pusat Kota Bandung, sekaligus menandai satu dekade kehadiran Big Bad Wolf Books di Indonesia.

Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengatakan kehadiran BBW di Kota Bandung merupakan harapan yang akhirnya terwujud setelah penantian panjang.

“Sudah lama kami ingin masuk ke Kota Bandung. Kami menunggu selama delapan tahun hingga akhirnya mendapatkan lokasi yang memenuhi kebutuhan. Syukur, sekarang kami bisa hadir di Kota Bandung,” ujar Wandi, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, BBW akan menghadirkan lebih dari 1 juta buku, dengan komposisi sekitar 85 persen buku impor dan 15 persen buku dari penerbit lokal. Koleksi yang ditawarkan meliputi buku anak, novel, nonfiksi, bisnis, hingga sains dan teknologi.

Seluruh buku dipasarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp. 25.000, Rp. 50.000, hingga Rp. 75.000, sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas.

“Kami ingin masyarakat pulang membawa dua atau tiga buku yang mungkin bisa mengubah cara berpikir maupun kehidupannya. Literasi harus bisa dinikmati semua kalangan,” katanya.

Bazar Buku Dipadukan dengan Festival Kuliner

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, BBW tahun ini mengusung konsep baru melalui kolaborasi dengan komunitas kuliner Keuken dalam festival bertajuk Pages and Plates.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, Dewi Kaniasari, mengatakan konsep tersebut dirancang agar pengunjung tidak hanya berburu buku, tetapi juga menikmati pengalaman rekreasi bersama keluarga.

Menurutnya, area kuliner akan diisi tenant yang telah dikurasi oleh komunitas Keuken sehingga menghadirkan pilihan makanan dan minuman berkualitas.

Selain bazar buku dan kuliner, selama tujuh hari penyelenggaraan juga akan digelar beragam kegiatan seperti storytelling anak, lokakarya kreatif, talkshow, hingga panggung ekspresi bagi komunitas literasi dan komunitas kreatif di Kota Bandung.

Panitia juga menyediakan panggung terbuka secara gratis bagi komunitas yang ingin memperkenalkan program dan aktivitasnya kepada masyarakat.

Bikasoga Dipilih Setelah Survei Sembilan Lokasi

Dewi mengungkapkan, penyelenggaraan Pages and Plates sempat menghadapi tantangan dalam menentukan lokasi karena membutuhkan gedung indoor berkapasitas besar yang dapat digunakan selama satu pekan penuh.

Setelah melakukan survei terhadap sembilan lokasi, Bikasoga Sport Centre dipilih karena memiliki dua hall yang mampu memenuhi kebutuhan area sekitar 2.500 meter persegi.

Dengan konsep yang menggabungkan literasi, kuliner, dan aktivitas komunitas, penyelenggara optimistis jumlah pengunjung akan meningkat signifikan.

Jika pada penyelenggaraan sebelumnya BBW rata-rata dikunjungi sekitar 10.000 orang per hari, tahun ini panitia menargetkan kehadiran lebih dari 20.000 pengunjung setiap hari, menjadikan BBW Bandung 2026 sebagai salah satu agenda literasi terbesar di Jawa Barat.