Ayep Zaki Dorong Skema Pembiayaan Calon Pekerja Migran di International Job Fair 2026

0

Pewarta : Arief

Kota Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Yayasan PASIM menggelar International Job Fair 2026 di Kampus PASIM, Kota Sukabumi, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta itu menghadirkan 30 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan lebih dari 5.000 lowongan kerja di berbagai sektor.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki mengatakan pemerintah terus membangun ekosistem untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, di antaranya melalui pembentukan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), pengembangan Politeknik Sukabumi, serta penguatan sinergi dengan P3MI.

Menurutnya, tantangan utama yang masih dihadapi calon pekerja migran adalah tingginya biaya penempatan dan keterbatasan akses pembiayaan akibat kendala SLIK maupun pinjaman daring. Karena itu, Pemkot Sukabumi mengusulkan skema pembiayaan yang mampu menanggung hingga 90 – 95 persen biaya penempatan, termasuk membuka peluang dukungan melalui APBD.

“Pengalaman kami, pengembalian dana calon pekerja migran mencapai 100 persen. Karena itu kami berharap ada regulasi yang memungkinkan pemerintah daerah turut membantu pembiayaan,” ujar Ayep Zaki.

Selain itu, Pemkot Sukabumi menargetkan penurunan angka pengangguran dalam 5 (lima) tahun ke depan melalui pendataan warga yang belum bekerja hingga tingkat RT/RW. Warga yang belum memiliki ijazah juga akan difasilitasi mengikuti program pendidikan Paket A, B, dan C untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja.

Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin mengapresiasi penyelenggaraan International Job Fair 2026 sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pekerja Migran Aman. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membuka akses terhadap ribuan peluang kerja di luar negeri, tetapi juga mendorong penempatan pekerja migran yang legal, aman, dan terlindungi negara.