Ragam

Pemkab Cianjur Kejar 46 Ribu Anak Tidak Sekolah Kembali ke Bangku Pendidikan

adminsigiku.com
×

Pemkab Cianjur Kejar 46 Ribu Anak Tidak Sekolah Kembali ke Bangku Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Cianjur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, terus menggenjot penanganan anak tidak sekolah (ATS) yang jumlahnya mencapai sekitar 46 ribu anak. Mayoritas anak usia sekolah tersebut berhenti menempuh pendidikan karena terkendala kondisi ekonomi.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan pemerintah daerah mendorong anak – anak yang masih berada dalam usia wajib belajar untuk kembali mengenyam pendidikan melalui satuan pendidikan formal yang paling dekat dengan tempat tinggal mereka.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan akses pendidikan sekaligus memastikan program wajib belajar 12 tahun dapat berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur, mulai dari kawasan utara hingga selatan.

“Kami ingin percepatan dan pemerataan pendidikan bagi masyarakat di Cianjur dengan komitmen memberikan pendidikan secara gratis dalam lingkup program pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” kata Wahyu di Cianjur, Jumat.

Menurut dia, program pendidikan gratis tidak hanya diperuntukkan bagi anak yang masih aktif bersekolah, tetapi juga menyasar anak yang terpaksa berhenti sekolah di tengah jalan akibat berbagai faktor, terutama persoalan ekonomi.

Pemkab Cianjur akan mendorong mereka kembali masuk ke satuan pendidikan formal yang berada di wilayah terdekat dengan tempat tinggal masing – masing.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan akses pendidikan, sekaligus memudahkan pemerintah daerah melakukan pendampingan terhadap anak yang kembali bersekolah.

Sementara itu, bagi warga yang telah melewati usia wajib belajar, Pemkab Cianjur akan mengarahkan mereka mengikuti pendidikan kesetaraan yang tersedia di lingkungan tempat tinggal.

“Untuk masyarakat yang sudah bukan usia wajib belajar didorong untuk melanjutkan pendidikan kesetaraan tanpa melihat batasan usia, sehingga angka lama dan rata – rata sekolah di Cianjur terus meningkat,” ujarnya.

Untuk memastikan program tersebut tepat sasaran, Pemkab Cianjur akan melibatkan aparat desa dan kecamatan dalam pendataan serta penelusuran anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan.

Pendataan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi masing – masing anak sekaligus menentukan intervensi yang sesuai, baik melalui pendidikan formal, pendidikan kesetaraan maupun bantuan pendidikan.

Selain pendidikan gratis, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan berupa beasiswa bagi siswa dari keluarga tidak mampu maupun siswa berprestasi.

Wahyu berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, satuan pendidikan dan masyarakat dapat mempercepat penurunan angka ATS di Cianjur.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan rata – rata lama sekolah dan memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi.