Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Umum DPP AKSI)
Kalau kita identifikasi terkait sejumlah intimidasi, eksploitasi dan modusisasi sejumlah pihak pada sekolahan dan pada profesi kepala sekolah, tak terhitung. Terbaru di Jawa Barat, bagaimana oknum mengaku wartawan yang sedang menggunakan sabu mengancam kepala sekolah.
Berbagai peristiwa yang sangat intimidatif dan merendahkan jabatan kepala sekolah terus terjadi di mana mana. Termasuk politisasi entitas kepala sekolah dari oknum penguasa di berbagai daerah. Sampai kapan entitas kepala sekolah terus diintimidasi ?
Bahkan bukankah “periodisasi” kepala sekolah pun tarik ulur, ulur tarik bagaikan tarik tambang ? Gonta ganti, ganti gonta terkait periodisasi jabatan kepala sekolah. Harus bagaimana “jamaah” kepala sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia ? Diam, ikut saja. Atau memberi masukan objektif ?
Diantar cara, ikhtiar dan perjuangan kehormatan entitas kepala sekolah adalah menghidupkan, memberi nyawa organisasi profesi kepala sekolah. AKSI (Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia) adalah rumah entitas kepala sekolah yang harus berdaya, bertenaga, berguna dan kontributif pada suksesnya tujuan pendidikan nasional.
Saatnya para kepala sekolah menyadari bahwa perjuangan profesi harus melalui organisasi. Organisasi adalah rumah legal yang diminta pemerintah untuk “bersuara” untuk kebaikan pendidikan Indonesia. Suara organisasi akan lahir dari fakta objektif dan kebatinan kepala sekolah Indonesia.
Rakernas AKSI dan workshop STEM 2026 di Yogyakarta adalah sebuah ajang silaturahmi menguatkan kolaborasi, membuat rekomendasi dan meningkatkan kompetensi. Rekomendasi tahunan dari giat AKSI artikulatif dari nasib dan kebatinan kepala sekolah.
Kehadiran para kepala sekolah dari seluruh Indonesia menjadi wajib. Mengapa ? Karena Rakernas AKSI akan menyerap, apa derita para kepala sekolah di berbagai daerah yang telah di serap masing masing DPC/DPD AKSI. Kita suarakan, kita sampaikan pada sejumlah pihak terkait.
Ada ungkapan menggelitik mengatakan “Bila ada satu orang teriak teriak kebenaran dunia akan mengabaikan”, namun “Bila ada satu juta orang teriak, sekali pun tidak benar akan diperhatikan”. Ini lah fungsi organisasi dan kejamaahan dalam perjuangan. Satu untuk semua, semua untuk satu.











