OPINI/ArtikelRagam

Terlihat, Terdengar, Terlindungi

adminsigiku.com
×

Terlihat, Terdengar, Terlindungi

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua Umum DPP AKSI)

Sehebat apa pun suatu hal bila tak terlihat, tak terdengar dan tak terapresiasi tentu tak optimal keberadaannya. Apalagi suatu profesi yang sangat penting di negeri ini tapi sayup sayup keberadaannya. Kecuali sebuah profesi itu membentuk sebuah organisasi atau asosiasi dan bersatu dalam jumlah yang besar.

Kalimat ”Bersatulah kepala sekolah Indonesia, kita harus terlihat, terdengar, terlindungi dan terperhatikan” Hanya melalui organisasi, memungkinkan berbagai pihak memperhitungkan kita. Kalimat ini bukan gimik atau kalimat kosong, melainkan tersambung dengan kebatinan dan dinamika profesi kepala sekolah di seluruh Indonesia.

Kepala sekolah bukan entitas yang lemah bila bersatu dalam organisasi. Buruh bersatu menjadi kuat dan diperhitungkan. Pedagang kaki lima bersatu menjadi kuat. Bahkan ada Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) didirikan di Bulungan, Jakarta, oleh Anto Baret, Yoyik Lembayung, menjadi lebih eksis, bersatu dan terorganisir

Entitas kepala sekolah tentu bisa lebih berdaya dari mereka semua di atas, bila kompak bersatu. Setidaknya entitas kepala sekolah terpublikasi, terlihat, terdengar, terverifikasi, tervalidasi, terkonfirmasi oleh publik dan pemerintah, sebagai entitas yang terorganisir secara nasional. Tidak lokalan atau sporadik dan primordialis.

Akan ada kekuatan besar ketika individu atau kelompok menyatukan tujuan, tenaga, dan potensi. Apalagi bila yang bersatu itu adalah entitas manajer, pemimpin dan sarjana berpendidikan. Pepatah klasik mengatakan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Bersatu kita utuh, bercerai kita dipolitisasi, diintervensi, distigmatisasi dan diintimidasi.

Sampai kapan ? Sampai kapan entitas kepala sekolah tak berdaya menghadapi sejumlah tantangan eksternal dan internal? Padahal tugas mulia kepala sekolah sangatlah luar biasa sebagai pemimpin pembelajaran. Memimpin pembelajaran akan terkoneksi ke nasib masa depan sebuah bangsa, ini adalah tugas mulia dan strategis.

Bersatulah kepala sekolah Indonesia. Minimal terlihat, terdengar, bercitra positif dan terlihat kuat karena bersatu dalam wadah organisasi. Beraksi, berkolaborasi dan berprestasi, sejatinya menjadi ruh organisasi AKSI. Tidak ada reaksi tanpa aksi. Ber_AKSI, berorganisasilah kepala sekolah seluruh Indonesia. Mulai dari RAKERNAS!