Pewarta : Arief
Kabupaten Cianjur – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memperpanjang status darurat siaga kekeringan hingga November 2026. Kebijakan tersebut diambil karena kondisi cuaca dan curah hujan belum menunjukkan peningkatan, sementara sejumlah wilayah masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan kondisi kekeringan dipengaruhi fenomena El Nino. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak fenomena tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga 2027.
“Peralihan musim kemarau menuju musim hujan berlangsung lebih lambat dan berpengaruh terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Cianjur,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Senin (19/10/2026).
Samudra menyebutkan, BMKG memprediksi awal musim hujan mulai terjadi pada November 2026. Pihaknya berharap peralihan musim segera berlangsung agar hujan dapat meningkatkan ketersediaan air, terutama di wilayah timur dan selatan Cianjur yang masih mengandalkan pasokan air bersih menggunakan mobil tangki.
Menurut dia, hujan sempat turun selama empat hari berturut – turut pada awal Oktober. Namun, durasi hujan hanya sekitar 15 menit dan belum merata di seluruh wilayah. Bahkan, sejumlah daerah di wilayah selatan Cianjur belum menerima hujan.
Kondisi tersebut membuat BPBD bersama dinas dan instansi terkait terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah kecamatan terdampak. Keterbatasan sumber air yang dimiliki warga menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari.
Samudra mengungkapkan, distribusi air bersih mencapai sekitar 20.000 liter setiap hari untuk empat kecamatan, yakni Sukaluyu, Mande, Cikalongkulon, dan Karangtengah.
Untuk memastikan penyaluran bantuan tetap berjalan, BPBD berkoordinasi dengan sejumlah instansi, di antaranya Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam), Kepolisian Resor (Polres), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur.
Pemerintah daerah berharap hujan segera turun secara merata sehingga dapat mengurangi dampak kekeringan dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak.













