Pewarta : Fitri
Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- KKN Tematik Mahasiswa ISBI Bandung membuat garapan yang mengolaborasikan sanggar maniloka dengan holag, dengan mengaransemen lagu Garut Bangkit Garut Berprestasi yang dengan mengolaborasikan musik modern dengan musik tradisional.
Mahasiswa ini juga menggarap video klip yang isinya merepresentasikan lagu, keindahan dan hal-hal menarik tentang garut.
“Kami tidak ingin project ini hanya untuk kepentingan kami sendiri, kami ingin apa yang kami perbuat berdampak banyak bagi masyarakat luas. kami mengaransemen lagu yang iconic dan secara rasa sudah melekat bagi masyarakat Garut,” ucap mahasiswa KKN ISBI, Yudha Darmawan, Senin (31/8/2020).
Pihaknya bermitra dengan Sanggar maniloka sebagai mitra utama, holagfest wadah musisi garut, Ruang kampus sebagai ruang ekspresi bagi mahasiswa dan media partner lainnya.
Dikatakannya, Kondisi sanggar maniloka sama seperti sanggar seni tradisi lain pada umumnya, aktif di acara resepsi dan event-event lainnya. Secara geografis sanggar ini terletak di Garut Kota dan mayoritas warga sekitar berprofesi sebagai PNS. Sanggar maniloka memberdayakan masyarakat sekitar khususnya pemuda, sehingga selain mendapatkan pengetahuan dan keahlian, secara ekonomi mereka juga terbantu.
Sanggar maniloka bisa dibilang adalah sanggar yang terkenal di kota Garut, namun sangat segmented (hanya dikenal oleh kalangan yang bergelut dibidang kesenian tradisi).
“Menanggapi problematika tersebut, sesuatu yang kami anggap harus menjadi prioritas bukanlah tentang bagaimana kami menggali potensi, melainkan bagaimana supaya potensi yang ada di sanggar maniloka ini bisa kami maksimalkan Disisi lain, kami juga tidak ingin ada kesan mengajari, kami ingin memperlakukan dan diperlakukan setara oleh mitra kami,” ucapnya.
Menurutnya, Yang menjadi kendala adalah latihan besar yang hanya dilakukan dua kali, sisanya parsial. Tentu hal ini harus dilakukan demi menghindari kerumunan yang terlalu banyak, karena hal itu kemistri antara holag dan maniloka menjadi kurang kuat, namun pihaknya berusaha memaksimalkan pembangunan kemistri dengan adanya sesi nongkrong evaluasi setelah latihan.
“Yang kedua adalah adanya pattern-patttern yang harus kami sesuaikan kembali pada saat latihan dikarenakan beberapa hal. Namun hal itu tetap kami usahakan supaya tetap maksimal,” ujar Yudha.
Dikatakannya, bagi warga garut sendiri semoga karya ini dapat membukakan mata tentang keindahan, tempat wisata dan potensi yang mungkin sebagian warga garut sendiri belum tau. Serta Hal-hal menarik dan ruang ekspresi yang bisa menjadi wadah bagi warga garut untuk berkembang.
“Terakhir kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pak dian pemilik dari sanggar maniloka yang selalu membantu dan mendukung program kami, teman-teman di holag dan ruang kampus yang secara total bekerja sama demi terwujudnya cita-cita ini,” tandasnya.
Dirinya berharap semoga setelah menjalani KKN ini masyarakat luas khususnya kota Garut bisa berdampak positif bahwa musik yang dibawakan (karawitan/musik sunda) tidak kalah / tidak ketinggalan zaman dengan musik modern. Serta berharap orang-orang tidak malu untuk membudayakan atau memainkan musik daerah kita.
“Untuk kedepannya kami pun berharap kepada kaum kaum milenial jangan berhenti berkarya,” pungkasnya.













