Perjuangan Tenaga Medis Di Masa Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

0

Pewarta : Arief

Koran SINAR PAGI,Kab.Sukabumi,- Perjuangan para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam melawan Covid-19 belum berakhir. Mereka harus rela mengorbankan waktu, pikiran, tenaga bahkan nyawa demi menyelamatkan ribuan pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hingga positif Covid-19. Karena tugasnya ini tak sedikit tenaga medis yang sulit pulang ke rumah untuk bertemu keluarga demi mencegah penularan.

World Health Organization (WHO) mengingatkan pentingnya peran perawat sebagai garis terdepan dalam perawatan pasien Covid-19. Menurut WHO perawat dan petugas kesehatan lainnya, selalu menyediakan pengobatan dan perawatan yang berkualitas tinggi dengan penuh tanggung jawab.

Demikian halnya dengan yang dilakukan para perawat di Kab.Sukabumi, peran mereka sebagai garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19, wajib diapresiasi oleh semua pihak.

Menurut Ketua DPD PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kab.Sukabumi, H.Masykur Alawi,S.Kep.,MKM, Perawat adalah orang yang terlama dan terdekat berada dengan pasien terjangkit Virus Corona, “Selama 24 jam perawat berada di paling dekat dan lama dengan pasien, karena harus melakukan perawatan selama proses pengobatan,” katanya, Minggu (8/11//20) via telepon selular.

Tenaga medis lanjutnya, merupakan orang-orang yang bekerja paling keras sekaligus paling beresiko terinfeksi dalam menangani wabah Covid-19 ini, “Yang Lain menjauh, kami malah mendekat,” tambahnya.

Dikatakan pria yang sempat menduduki beberapa posisi strategis di Dinas Kesehatan Kab.Sukabumi ini, agar aman dalam menjalankan tugas, pihaknya selalu menghimbau kepada para perawat, agar sebelum melakukan perawatan terhadap pasien, untuk mendahulukan pengamanan diri, menjaga dan menngkatkan daya tahan tubuh dengan selalu menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat, minum multi vitamin serta mengelola stress.

“Kondisi tubuh para perawat harus prima saat bertugas, intinya perawat harus mentaati SOP ketat keperawatan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Selanjutnya, H Masykur berharap, masyarakat agat tidak membuat stigma negatif tentang perawat, karena lanjutnya, perawat tahu persis apa yang harus dilakukan saat melakukan perawatan terhadap pasien yang ditanganinya.

Diungkapkan, rasa takut dan khawatir selalu menyelimuti keseharian para tenaga medis, karena rentan tertular, namun disisi lain, mereka bertanggung jawab untuk melayani para pasien.

Mengingat hal tersebut, dirinya mengaku sangat prihatin ketika ada kasus penolakan masyarakat terhadap jenazah pasien Covid-19, termasuk jenazah para tenaga medi yang meninggal karena terpapar covid -19 setelah berjuang menyelamatkan masyarakat yang pasien covid-19.

Namun demikian, dia mengaku bersyukur hal ini tidak terjadi di Kab.Sukabumi, karena pihaknya secara kontinyu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana virus ini menyebar.

“Alhamdulillah, untuk memperlancar tugasnya, para perawat di Kab.Sukabumi mendapat tempat khusus yang disebut “Rumah Singgah” di salah satu ruangan di Rumah Sakit Sekarwangi,” ucapnya.

Untuk diketahui, jumlah perawat di Kab.Sukabumi yang tercatat sebagai anggota PPNI sebanyak 1.870 orang sementara sekitar 2.050 orang lainnya belum terdaftar sebagai anggota, yang tersebar di 15 Komisariat dan 7 eks Kewedanaan.