Pewarta : Iwan Brata
Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim – Banyak kehidupan yang berubah ke arah digital. Ini adalah bukti bahwa digitalisasi merupakan bagian dari era normal baru yang berlaku bagi semua sektor, termasuk kuliner, yang diharapkan dapat membawa terobosan.
Kuliner merupakan subsektor pariwisata yang terkena dampak langsung pandemi. Ia mencontohkan kuliner 24, menurut dia, pada masa pandemi, para penjaja kuliner mengalami penurunan omzet yang sangat tajam.
Dijelaskan bahwa para pelaku di sektor kuliner memang mesti mampu melakukan terobosan dengan mengedepankan kreativitas dalam mengelola produk, misalnya, mengemas jenis-jenis makanan agar bisa lebih baik
“Kita harus terus berpikir dan mengembangkan kreativitas-kreativitas di bidang pengemasan ini menjadi lebih menarik konsumen,” katanya.
Seperti halnya yang dilakukan lima mahasiswa dari Universitas Negeri Palembang fakultas polyteknik pariwisata Jakabaring ini dengan menggunakan sebuah rumah yang sudah lama tidak di tempati sekitar 2011 s/d 2020 rumah tersebut tidak di tunggu dengan inisiatip mereka mencoba merenovasi rumah tersebut untuk di jadikan kedai buka setiap malam dengan bergotong royong ke lima mahasisawa tersebut, mulai dari memperbaiki instalasi lampu, pengecetan serta merapikan halaman mereka akhirnya berhasil menyulap sebuah rumah yang tidak di tunggu tersebut menjadi sebuah kedai yang indah dan Asri, setelah melalui beberapa tahapan tepat pada hari Minggu malam tgl 14 rumah yang sudah berubah menjadi indah dan Asri tersebut di lounching dengan pengguntingan pita yang di laksanakan oleh Aufa Sahrizal sarkomi kepala dinas pariwisata dan kebudayaan Sumsel dan pernah menjabat sebagai PJ Bupati Ogan Ilir.
Kedai tersebut di Beri nama Monochrome Land, yang menyajikan macam macam makanan seperti ,Burger’s Bao’s, fluffy pancake dan minuman kopi dari bassed Espresso, mixology kopi dan non kopi yang harganya terjangkau di dompet siswa SMA/Mahasiswa perkuliahan dari harga 15000 s/d 23000 an.
Dalam acara Opening Celebration tersebut Hadir juga pelanggan online, disamping itu juga kuliner tersebut sudah siap saji karena dari tahun 2020 berjualan online, dan Alhamdulillah di tahun 2021 ini bisa buka cafe sendiri dari modal untung jualan online di tahun 2020,ucap Muhamad Hafiz.
Cafe tersebut buka dari jam 5 sampai jam 9 karena mematuhi protokol kesehatan anjuran dari kementrian tentang prokes. Dan beralamat di jln Cek Bakar no 14 /2326 Bukit Kecil samping vinoty Living Palembang.
Sementara Dokter yang mempunyai Rumah tersebut sangat setuju sekali karena rumahnya di tunggu dan bisa menjadi tempat belajar berbisnis untuk anak muda yang memang sudah menekuni kuliah D3 jurusan Culinary Arts Atau lebih di kenal Managament Tata Boga, jelasnya.
Ditempat terpisah salah satu Orang tua M.Hafiz ,sangat mensuport untuk kegiatan anak – anak mahasiswa dalam menciptakan belajar berwirausaha saya ucapkan terima kasih kepada dokter yang telah memfasilitasi sebuah rumah untuk mereka belajar berbisnis kuliner.
Adapun diantara mahasiswa tersebut
M.Hafiz Aldian, Mauly Bolivia, Amira Qatrunada, Ismi Dea, Ahmad Ade. Mereka mahasiswa Akhir semester 6 yang saat ini sebentar lagi akan melakukan ujian tugas Akhir agar lulus dari politeknik pariwisata Palembang dan mendapatkan gelar And, Par (ahli madya pariwisata)













