Politik & Pemerintahan

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Mansyaul Huda Oleh Gubernur Sumsel

adminsigiku.com
×

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Mansyaul Huda Oleh Gubernur Sumsel

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Iwan Brata

Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru melakukan peletakan batu pertama pembangunan MIN Pondok Pesantren (Ponpes) Mansyaul Huda Desa Lecah, Kecamatan Lubai Ulu, Kab.Muara Enim (28/3/2021). Ponpes menjadi Ponpes pertama di Sumsel yang memfokuskan diri membahas ilmu tentang ekonomi.

Menurut pria yang kerap disapa HD ini, keberadaan lembaga pendidikan yang berfokus pada bidang ekonomi sangat dibutuhkan di Provinsi Sumsel.

“Ekonomi sangat dibutuhkan, namun jarang diperbincangkan. Keberadaan Ponpes diharapkan bisa mengkaji masalah-masalah ekonomi di Sumsel,” kata HD.

HD menilai, permasalah ekonomi tidak hanya dibahas pada sektor fisik saja, tetapi juga dibutuhkan pada sisi konsep keilmuan. Diharapkan, Ponpes Mansyaul Huda menjawab permasalahan yang ada di tengah masyarakat Sumsel.

“Kita ingin Ponpes Mansyaul Huda ini menjadi wadah menciptakan generasi yang handal dalam bidang ekonomi dan memiliki kepribadian yang baik. Sehingga tidak menghalalkan segala cara,” tegas HD.

Ponpes Mansyaul Huda diharapkan menjadi solusi dari berbagai masalah ekonomi di Sumsel, termasuk masalah karet agar produksi meningkat dan harga jualnyapun makin meningkat yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin Ponpes Mansyaul huda memprioritaskan para ahli ekonomi lokal untuk menjadi tenaga pendidik. Tujuannya agar bisa mengetahui permasalah ekonomi di Sumsel dengan baik,” kata dia.

Dalam kesempatan ini Gubernur HD juga memberikan bantuan dana kepada pengurus Ponpes Mansyaul Huda agar proses pembangunan bisa terselesaikan dengan baik dan sesuai target yang telah ditentukan.

Dalam kunjungan kerjanya di ponpes Mansyaul Huda kali juga dimanfaatkannya untuk memberikan pemahaman pada warga untuk senantiasa menjaga lingkungan sekitar salah satunya tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar. Sebab dampak dari pembakaran lahan pertanian bisa saja meluas menyebabkan ikut terbakarnya lahan dan hutan sekitar.

“Alhamdulilah tahun ini tidak ada terjadi kebakaran hutan dan lahan seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian kita kita tetap tidak boleh membuka lahan dengan cara dibakar,” kata dia.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Plh.Bupati muara Enim, Dr.H,Nasrun Umar, Camat Lubai ulu Wien wierma putra,S,STP,M,Si Kapolsek Rambang Lubai AKP Apriansyah SH,M,Si, Danramil 08/RL, Kepala Desa Lecah, Edi Hermanjaya.