OPINI/Artikel

Presiden Jokowi Dan Guru Susan

adminsigiku.com
×

Presiden Jokowi Dan Guru Susan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

Presiden Jokowi memang wow. Ia sangat memahami kebatinan rakyatnya. Termasuk Guru Susan yang lumpuh pasca vaksinasi ke dua. Kelumpuhan Guru Susan bukan karena vaksinasi tetapi Ia lumpuh sesudah proses vaksinasi. Ia berjalan ngesot, berbicara terbata-bata dan penglihatan kabur. Malang nian nasib guru honorer Bu Susan ini.

Rupanya Presiden Jokowi mengetahui keberadaan seorang guru honorer yang lumpuh dan menderita. Sebelumnya sebagai Ketua Pengurus Besar PGRI Saya tulis di sejumlah media terkait pentingnya “Kehadiran Negara” untuk Bu Susan yang menderita kelumpuhan pasca vaksinasi ke dua. Bu Susan adalah abdi negara dan taat pada aturan negara dengan mengikuti vaksinasi, tidak nyinyir dan mencurigai negara.

Ketika Bu Susan hadir untuk negara maka negara pun mesti hadir untuk Bu Susan. Faktanya tidak terlalu lama setelah sejumlah media menarasikan kesedihan dan derita Bu Susan, publik banyak yang mendoakan dan membantu. Akhirnya sampai juga ke teIinga Presiden Jokowi. Melalu KapoIres Sukabumi, bantuan Sang Presiden pun datang.

Narasi, literasi, aspirasi, opini aspirator nasib guru dan peran media, sangatlah penting. Dunia media, dunia maya dan dunia internet telah menembus ruang batas dan waktu. Betul kata Pramoedya Ananta Toer, “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna.” Benar sekali sejumlah tulisan di media sampai ke Presiden.

Sebagai penulis beberapa judul sudah Saya narasikan terkait Bu Susan. Saya kaitkan dengan “Pesan Tuhan”, Saya kaitkan dengan “Kehadiran Negara”, Saya kaitkan pula dengan “Wajah Derita Guru Honorer”. Semua narasi ini adalah “modus positif” untuk mencuri perhatian agar Guru Susan mendapatkan empati bersama, termasuk Presiden dan Mendikbudristek. Bahkan tulisan di media Saya japrikan pada Pak Dirjen GTK yang Putra Sang Guru.

Hasilnya ? Kini Guru Susan sangat bahagia dan merasa diperhatikan Sang Presiden. Ia mengatakan, “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden RI Jokowi yang telah memperhatikan dan peduli terhadap saya. Tentunya dengan mendapatkan perhatian dari Presiden, Saya bisa lebih semangat lagi untuk sembuh.” Sunguh indah bila Sang Presiden dan Guru Susan secara kebatinan tersambung.

Ketika Kapolres Sukabumi AKBP M. Lukman Syarif menyerahkan bantuan untuk guru SMA di Sukabumi, Susan Antela yang mengalami kelumpuhan setelah disuntik vaksin, Selasa (4/5/2021). Tersaksikan oleh publik, ini satu “adegan” yang sangat baik dan patut menjadi contoh. Semoga Bapak Presiden Jokowi dan Kapolres Sukabumi terus berkhidmat untuk rakyat.

Ketika para pemimpin, para pejabat dan penguasa punya empati dan kepekaan pada rakyat maka insyaallah negeri ini akan makin berkah. Sebaliknya ketika pemimpin, penguasa dan orang yang sedang menjabat tidak peduli pada rakyatnya atau bawahannya maka bahaya. Begitu pun ketika rakyat terlalu banyak nyinyir, nethink dan selalu menyalahkan penguasa karena provokasi oknum tertentu sama bahayanya.

Seorang guru honorer menderita dan seorang Presiden turun tangan alangkah sangat baiknya. Kisah Guru Susan dan Presiden Jokowi adalah kisah “romantik” antara rakyat dan pemimpinnya. Insyaallah berkat empati dari Presiden Jokowi maka akan berdampak secara psikologis bagi Guru Susan untuk segera sembuh. Plus bagi para pemimpin daerah dan birokrasi terkait pun akan lebih memperhatikan. Presiden saja peduli, kita ? Ini kode keras dari Jokowi agar Guru Susan diperhatikan semua pihak.

Kode keras bantuan dari Jokowi dapat diterjemahkan “Saya titipkan dan rawat Bu Susan dengan baik, Ia mendukung program vaksinasi pemerintah dan Ia harus dirawat oleh pemerintah terdekat”. Kode ini harus ditangkap para pihak terkait. Dalam hal ini pemerintah Kabupaten Sukabumi. Mengapa ? Karena Guru Susan adalah pelayan rakyat (anak didik) warga Kabupaten Sukabumi. Segera sembuh Guru Susan.