Antar Desa

Warga Desa Panyandingan Pertanyakan Dana Covid 19, Diduga Diselewengkan

adminsigiku.com
×

Warga Desa Panyandingan Pertanyakan Dana Covid 19, Diduga Diselewengkan

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Heri Kusnadi

Kabupaten OKI – Tak hanya permasalahan BLT DD yang belum cair, Warga Desa Penyandingan Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir juga mempertanyakan perihal Dana Desa (DD) yang dipergunakan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk penanganan Covid-19. Warga setempat menduga dana penanggulangan Covid-19 banyak disalahgunakan/diselewengkan oleh Pemdes.

Menurut beberapa warga setempat, kepada media ini mereka mengungkapkan bahwa tidak pernah melihat adanya posko Covid-19, sudah lama tak pernah aktivitas pembagian masker gratis maupun penyemprotan disinfektan, alat cuci tangan juga tak terpasang di tempat umum, tapi kabarnya ada dana DD yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 sebesar 8 persen dari anggaran dana DD artinya dana untuk penanggulangan tersebut cukup besar hingga puluhan juta tetapi kenyataan hal itu tidak sesuai yang ada dilapangan.

‘Berapa anggaran untuk dana covid ini, kami tidak tahu. Pemdes tidak transparan. Kalau di wilayah dusun l ini, kami di sini belum pernah melihat adanya posko covid, alat cuci tangan tuk di tempat umum seperti di desa orang. Pembagian masker tidak pernah dilakukan di sini. Jadi kami tidak tahu anggaran covid ini digunakan untuk penanganan yang bagaimana”, ujar warga, Sabtu (4/9) kemarin.

Ada satu lagi, lanjutnya, tentang pemilihan BPD, kami tidak pernah tahu siapa anggota BPD di wilayah sini (Dapil l). Ketua dan anggota BPD ditunjuk langsung oleh Kades tanpa melibatkan masyarakat dalam acara pemilihan BPD seperti di desa lain. “Semuanya ditentukan oleh pak Kades tanpa mengajak masyarakat, jadi kami di sini tidak tahu, tiba-tiba sudah terbentuk BPD”, terangnya warga.

Menurut Ketua BPD Penyandingan Yulian, saat dikonfirmasi terkait laporan warga atas penggunaan dana Covid-19, memang ada dana untuk penanganan Covid-19.

“Dana untuk covid itu ada, seperti pembelian dan penempatan alat cuci tangan di tempat umum (masjid dsb) tapi memang sekarang alat tersebut sudah tidak tersedia lagi bahkan sudah banyak yang hilang. Sempat dipasang juga di rumah ini karena istri saya kan Bidan. Jadi waktu itu bagi pasien yang akan berobat harus cuci tangan, tapi sekarang sudah tinggal mejanya saja karena alat cuci tangannya sudah hilang”, ujarnya membantah apa yang dikatakan warga.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk pembagian masker itu pernah ada diantaranya pada saat pembagian BLT tahun 2020 lalu dan pada waktu sholat Idul Adha tadi. “Saat sholat Jumat di masjid dan diwaktu ada keramaian (hajatan) juga dibagikan masker”, tandasnya.

Dari hasil pantauan awak media di lapangan, tidak ditemukan alat cuci tangan di tempat umum seperti masjid, pasar, dsb. Hanya ditemukan satu buah meja bekas tempat meletakkan alat cuci tangan yang tersender di samping rumah Ketua BPD Penyandingan yang beristrikan Bidan. Namun meja tersebut terbuat dari kayu biasa bukan meja besi layaknya daerah lain.

Senada dengan yang disampaikan Ketua BPD, Plh Kades Penyandingan, Zaharuddin juga membantah apa yang disampaikan oleh warga. Menurutnya, alat-alat cuci tangan tersebut memang sempat ada, namun kini sudah banyak yang hilang dan tak mungkin bila beli baru lagi saat ini karena tak ada anggarannya lagi untuk pembeliannya.

“Kemaren sudah ada semua alat-alat cuci tangan, di tempat umum dan termasuk pula di warung-warung rumah warga pun dibagikan. Tapi memang sudah banyak yang hilang”, ujarnya.

Saat disindir mengenai jumlah anggaran yang dihabiskan, Zaharuddin mengatakan bahwa dirinya baru jadi PLh Kades sejak 5 Juli 2021. Jadi untuk masalah keuangan, dirinya benar-benar tidak mengetahuinya.

“Saya kan baru jadi Plh, jadi kalau ditanya dana/anggaran untuk covid kemaren itu saya sama sekali tidak tahu”, tegasnya.