Pewarta : Fitri
Kabupaten Garut – D’Ragam terus melakukan aksi dengan tuntutan agar Bupati Garut dan Waķil Bupati Garut turun dari jabatannya sehingga mendorong DPRD membuat pansus, dengan hal itu melalui video yang tersebar Bupati Garut, Rudy Gunawan tidak keberatan DPRD membuat pansus.
Terkait dengan dugaan adanya kebocoran anggaran ke rumah sakit Medina, Medina akan melakukan tuntutan balik dan menyarankan DPRD untuk membuka hubungan Pemda Garut dengan Medina sehingga atas dasar apa khas daerah memberikan transfer kepada rekening Medina.
Disampaikannya, Bupati Garut dan keluarga sudah sabar dan akan melakukan langkah-langkah hukum.
Ketua Dragam sekaligus Ketua DPD LSM GMBI Kabupaten Garut, Ganda Permana meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Garut untuk mundur dari jabatannya dengan legowo dan ikhlas, pasalnya jika memaksakan diri akan menimbulkan polemik dan kegaduhan yang berkepanjangan di masyarakat.
“Yang lebih utama mengingat banyaknya dosa Bupati dan Wakil Bupati akhirnya telah menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan masyarakat karena Bupati dan wakil Bupati sudah tidak diterima oleh alam semesta,” ucapnya, Sabtu (25/12/2021).
Dikatakannya, Berdasarkan hasil Lobby-lobby atas pada prinsipnya seluruh elite partai sudah bersedia dan sepakat melancarkan Pansus Hak Angket karena keberadaan dan sikap Bupati telah membuat gaduh dan ketidakpercayaan yang meluas di kalangan masyarakat yang akan berdampak terhadap kondusifitas Daerah.
“Mulai hari kemarin para anggota DPRD telah melakukan pengkajian dan pendalaman terhadap data yang telah diterima dari D’RAGAM pada saat aksi 23 Desember 2021, maka dari itu demi kemaslahatan sebaiknya Bupati dan Wakil Bupati mundur dari jabatannya dengan ikhlas,” pungkasnya.













