Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program SMK Pusat Keunggulan untuk menjadi penggerak bagi sekolah lainnya. Programnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja lembaga pendidikan, supaya lulusannya mampu mencapai standar dunia kerja. SMK Angkasa 1 Margahayu mendapatkan bantuan seperti sekolah lainnya yang terpilih untuk program tersebut.
Kepala SMK Angkasa 1 Margahayu, Mayor Lek Sutrisno, S.Pd.,M.M.Pd menjelaskan sebelum saya menjabat di sekolah ini, pernah ditugaskan menjabat di SMP, SMA dan SMK Angkasa 2 Margahayu yang berada di lingkungan Lanud Sulaiman. “Tugas yang cukup melelahkan dengan proses seleksi yang cukup panjang ialah saat sekolah ini terpilih untuk menerima bantuan dari program SMK Pusat Keunggulan Kemendikbud RI,” jelasnya saat mengawali wawancara khusus bersama media cetak & online Koran SINAR PAGI dan majalah sunda Mangle di ruang kerjanya (04/10/2022)

Bantuan tersebut direalisasikan untuk peningkatan sarana sekolah yang sesuai dengan standar nasional indonesia. Lalu untuk menambah kualitas sumber daya manusia/guru dan keterampilan siswa. Sehingga program itu, sekarang SMK Angkasa 1 Margahayu ini membuka layanan spooring, balancing, ganti oli, cuci mobil dan lainnya, terutama untuk kendaraan yang sering dipakai guru atau warga di lingkungan sekolah.
Mayor Lek Sutrisno, S.Pd.,M.M.Pd mengungkapkan kalau dilihat dari grafik perkembangan sekolahnya ada kenaikan jumlah siswa yang mencapai 20% dari total 628 siswa. Lalu sarana untuk praktek siswa dan layanan umum dengan memanfaatkan keterampilan siswanya. SMK Angkasa 1 Margahayu saat ini memiliki bisnis center,
Selain itu proses kegiatan siswa belajar di sekolahnya sudah menerapkan Teaching Factory atau suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis industri/bisnis yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di dunia industri/bisnis dilaksanakan dalam suasana nyata. Seperti yang dijalankan oleh industri/bisnis dengan tujuan agar siswa mengalami pembelajaran dengan standar dan suasana yang sama dengan di industri.
Mayor Lek Sutrisno, S.Pd.,M.M.Pd menyatakan program SMK Pusat Keunggulan sangat kita sambut dengan baik. “Ini inovasi kolaboratif yang mentransformasi bisnis dan menumbuhkan percepatan link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industry,”ucapnya TNI AU yang merintis karirnya sebagai pengajar di lingkungan militernya
Program SMK Pusat Keunggulan itu memberikan bantuan berupa fisik dan nonfisik. Bantuan fisik dapat digunakan untuk membangun ruang praktik berupa bangunan bengkel atau laboratorium, maupun penyediaan peralatan. Sedangkan, bantuan nonfisik dialokasikan antara lain untuk penguatan penyelarasan kurikulum dengan industri. “Untuk nonfisik, misalnya saja penyelarasan kurikulum, peningkatan budaya kerja. Kemudian untuk menguatkan peran guru industri, pelatihan kepemimpinan dan pola pikir kepala sekolah yang dilaksanakan di Jakarta, Bogor dan Bali. Semua program yang terlaksana sesuai petunjuk teknis dari Kemendikbud sudah dimonitoring langsung oleh pihak inspektorat untuk menjadi percontohan atau sample,” katanya

Mayor Lek Sutrisno, S.Pd.,M.M.Pd juga menceritakan pihak sekolah punya stategi untuk mencegah agar lulusan SMK tidak menganggur. Kami memprogramkan kesiapan siswa untuk melanjutkan kuliah, wirausaha atau bekerja. Kadang ada sebagian yang memilih berwirausaha, walaupun pilihan bidang usahanya seolah-olah tidak sesuai dengan jurusan yang ditempuh di sekolahnya. Tapi mereka bisa sukses dibidangnya, karena kita beri ilmu kewirausahannya.
Sedangkan jika ada yang memilih untuk melanjutkan kuliah, mereka dipersiapkan agar dapat bersaing dengan pelajar lain untuk masuk perguruan tinggi jalur beasiswa. Seperti Nisa Siti Khoeriah (Alumni XII EPU Tahun 2022 sekaligus mantan Ketua OSIS SMK A’1 Periode 2021/2022). Dia termasuk yang lolos mendapatkan beasiswa Program Jabar Future Leaders Scholarship 2022 di Universitas Islam Negeri atau UIN Sunan Gunung Jati Bandung
Mayor Lek Sutrisno, S.Pd.,M.M.Pd mengungkapkan perihal langkah-langkah agar sukses mengelola lembaga pendidikan, kuncinya ialah siswa atau orang tua siswa harus dilayani dengan baik, perihal keluhan dan harapannya yang disampaikan ke sekolah. Dan berupaya segera mewujudkan aspirasi guru dengan secepat mungkin ditindak lanjuti. Selain itu, kepala sekolahnya mampu memperluas jaringan mitra kerja agar lulusannya mudah diterima untuk bekerja di perusahaan yang dituju.
“Kami punya program untuk membangun kedisiplinan siswanya dan keahlian di luar jurusannya. Misalnya program senin upacara, selasa mengaji, angkasa berkarya, pandai Bahasa inggris, full day school, ektrakulikulier dan program angkasa juara,”jelasnya
Perihal lulusan atau alumninya, Mayor Lek Sutrisno, S.Pd.,M.M.Pd menjelaskan banyak yang memilih untuk ikut seleksi di TNI/POLRI, jika postur tubuhnya sesuai dengan kriteria biasanya mudah lulus atau diterima. Karena mereka sudah dibekali atau dilatih untuk persiapan tes masuknya.
Kami juga menyediakan layanan bursa kerja khusus bagi para alumni yang terkendala mencari kerja. Sistemnya saat mitra kerja kita membutuhkan karyawan, biasanya dari pihak perusahaannya akan mengadakan proses seleksi langsung di sekolah. Bahkan peluang itu dibuka bagi siswa lulusan dari sekolah lain.
Diakhir wawancaranya, Mayor Lek Sutrisno, S.Pd.,M.M.Pd menyampaikan pesan kepada guru dan orang tua bertepatan dengan Hari Guru se Dunia yang berlangsung setiap tanggal 5 oktober. “Khusus kepada guru kami mengarahkan agar tetap menjunjung tinggi kepribadian yang bernilai keteladanan, meningkatkan ilmu pedagogik untuk siswanya, membangun sosialisasi sesama guru untuk mensukseskan target mendidik, dan bersikap profesional sesuai dengan bidangnya masing-masing,”ucapnya lulusan IKIP Madiun dan magister pendidikan dari Universitas Nusantara.
Selanjutnya untuk orang tua siswa, pihak sekolah mengharapkan dapat terus membantu sekolah dan ikut serta mendidik anaknya ketika ada di rumah. Apalagi waktu siswa dengan guru di sekolahnya, tidak lebih lama dengan waktu di rumahnya bersama orang tuanya. Intinya jangan sampai seolah-olah bertepuk sebelah tangan untuk kesukseskan anaknya di masa depan.
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/25/52-ribu-mahasiswa-kartu-indonesia-pintar-tersebar-di-349-kampus-wilayah-jabar-banten/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/29/ferdy-sambo-farel-prayoga-masa-kejayaan-kehancuran-dipergilirkan-antara-manusia/
https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/















