Oleh : Dudung Nurullah Koswara
Sungguh ingatan Saya agak terbayang sosok Habibie ketika melihat sosok Dr. Adi Maulana, M.Pd. Mengapa? Ada riak dan bayangan Habibie, mungkin karena Beliau adalah sosok pembelajar dan bertubuh serupa Habibie, tidak tinggi dan tidak berbadan besar.
Habibie dan Dr. Adi Maulana sama-sama mendapat beasiswa belajar di luar negeri. Dahulu adalah negara Jerman paling wow dan superior, era Habibie muda. Kini negara China paling wow dan dominan di dunia, sebagaimana pendapat Prof. Kishore Mahbubani dalam bukunya “The New Asian Hemisphere”.
Dr. Adi Maulana berkesempatan belajar di negeri China. Sebuah negeri yang menurut kisah kaum muslim ada hadistnya terkait tuntutan belajar sampai ke negeri China. Faktanya sampai saat ini negeri China adalah negeri terbesar secara ekonomi dan politik. Bahkan bangunan paling spektakuler di dunia adalah The Great Wall.
Kembali pada sosok Dr. Adi Maulana, Ia sangat fokus dan memperhatikan lawan bicara. Ia sangat menghargai lawan bicara dan berusaha menyimak dengan baik. Ia pembelajar yang ulet dan punya motivasi tinggi. Ia tidak berubah karakter saat masih S1 dan saat sudah S3.
Faktanya tidak sedikit orang kalau kita ajak bicara matanya tidak fokus, kurang mendengarkan dan malah memainkan HPnya. Bisa jadi ini karena Si Pendengar menganggap yang berbicara tak penting atau bukan orang penting. Beda dengan sosok Dr. Adi Maulana, Ia sangat menghargai siapa pun yang bicara.
Saat bertemu dengan Dr. Adi Maulana, Saya katakan, “Bapak keren, bisa menuntut ilmu di negeri yang banyak menjadi perbincangan hangat bangsa kita”. Saya katakan beberapa negara yang menarik dipelajari adalah kaum Yahudi, China dan Eropa. Mereka harus kita pelajari dalam beberapa hal.
Hidup adalah menjalani apa yang Allah telah gariskan, bisa demikian hakikatnya. Selamat berjuangan Dr. Adi Maulana, Sang Pembelajar, mantan guru SLTA yang luar biasa dalam semangat dan motivasi belajar.
Saat belajar di Nanjing Normal University Ia sudah membawa citra dan nama baik mahasiswa Indonesia. Kini tinggal mengabdi di Ibu Pertiwi dalam dimensi pendidikan. Sosok yang sudah menyelesaikan sekolah jenjang tertinggi dan belajar di negeri orang, adalah pembelajar terbaik.
Disdik Provinsi Jawa Barat tentu saja beruntung punya SDM seperti sosok Dr. Adi Maulana, pekerja dan pembelajar yang baik. Ia pun pernah masuk sebagai 5 besar EOTM pemerintah Jawa Barat. Sebagai pribadi pembelajar dan muslim yang ta’at, Ia memahami bahwa menjadi ASN adalah menjadi pelayan terbaik dan terus belajar agar lebih baik.











