Pewarta : Ayi Suherman
Kabupaten Sukabumi – Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Sukabumi bekuk sebelas (11) tersangka pengedar narkotika jaringan lapas, Dua tersangka Target Operasi (TO) dalam Operasi Antik Lodaya 2022,
Dari operasi antik lodaya 2022, Polres Sukabumi, bisa mengungkap delapan kasus dengan jumlah tersangka sebelas orang. Yang mana kasus sabu ada lima kasus dengan delapan tersangka, diantaranya tujuh pria dan satu seorang wanita.
Adapun dengan barang bukti total semuanya 27,54 gram, dan apabila diuangkan sekitar kurang lebih 35 juta rupiah.
Sementara kasus ganja ada satu kasus dengan satu tersangka dengan barang bukti dua batang pohon ganja yang di tanam sendiri oleh tersangka dirumahnya.
Tersangka kasus tanam ganja dirumahnya ini, selain untuk digunakan sendiri, daun ganja tersebut akan diperjualbelikan,” terang Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah dalam konperensipers. Jum’at (2/12/2022).
Selain kasus sabu dan ganja, Dedy mengatakan dalam operasi antik lodaya menciduk pengedar obat keras terlarang, ada dua kasus dengan dua tersangka dan barang bukti sekitar 4558 butir, apabila diuangkan sebanyak 22 juta rupiah.
Disisi lain jika di totalkan uang yang bisa kita amankan, apabila barang bukti terjual habis totalnya sekitar kurang lebih 57 juta rupiah.
Adapun pasal yang disangkakan untuk kasus narkoba undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 4 tahun penjara maksimal seumur hidup dan untuk obat keras terlarang pasal 196,” tandasnya.
Sementara Kasat narkoba Polres Sukabumi AKP Enjo Sutenjo, terkait masalah tadi disampaikan bahwa, mereka itu menjual barang tersebut karena faktor ekonomi untuk kebutuhan sehari-hari.
Para tersangka dalam menjalankan kegiatannya modusnya sama di tempel, di mana awalnya si pembeli ini memesan kepada seseorang yang ada di lapas.
Selebihnya kemudian yang di lapas ini menyuruh kurir untuk kemudian mereka itu memasang peta dan petanya sendiri sudah ditentukan di suatu tempat kemudian di taro di situ kemudian di ambil sama pembeli.
Target sasaran mereka sendiri adalah masyarakat yang memerlukan, kemudian mereka alasannya untuk kerja supaya mereka kuat, biasanya untuk kerja malam,” katanya.













