Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Kota Bandung)-, Setiap tanggal 3 Desember, Hari Disabilitas Internasional atau International Day of Persons with Disablities rutin diperingati oleh masyarakat dunia. Peringatan ini bertujuan untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di segala bidang di tengah masyarakat.
Kementerian Sosial RI melalui Sentra Wyata Guna Bandung mengadakan Operasi Katarak Gratis bagi warga kurang mampu. Terdiri dari dua wilayah, yakni Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Bakti sosial Operasi Katarak Gratis merupakan rangkaian kegiatan Hari Disabilitas Internasional yang puncak acaranya, nanti dilaksanakan berbarengan dengan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Bali pada 20 Desember 2022.
Kegiatan tersebut diawali dengan screening atau pemeriksaan terhadap para penerima manfaat yang berlangsung di Auditorium Sentra Wyata Guna Bandung, Jalan Pajajaran, Rabu (7/12).
Kepala Sentra Wyata Guna Bandung, Drs. Iri Sapria M.Si mengatakan peringatan hari disabilitas internasional melalui bakti sosial ini bagian dari instruksi langsung Menteri Sosial, Tri Rismaharini sebagai wujud pelayanan terhadap masyarakat kurang mampu.

Setidaknya, ada 60 warga dari Kota Bandung dan Bandung Barat yang mengikuti screening sebelum menjalani operasi di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung, pada Kamis-Jumat (8-9/12).
“Hari ini mulai screening, insyaAllah operasi kataraknya dilaksanakan nanti di RS Bhayangkara. Ada sekitar 60 yang ikut screening. Mereka sebelumnya sudah didata melalui pendamping atau tenaga kerja sosial dari wilayahnya,” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online di ruang kerjanya.
Menurutnya dalam pelaksanaan operasi katarak tahun ini. Sentra Wyata Guna Bandung bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) di Jawa Barat. “Tujuan utamanya membantu masyarakat kurang sejahtera atau tidak mampu berobat. Targetnya mereka yang mengalami katarak tidak mampu operasi mudah-mudahan bisa terbantu dengan operasi gratis atau dibayar oleh pemerintah,” katanya
Selain Operasi Katarak Gratis, ada tiga kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan dan menjadi rangkaian HDI, yakni Indonesia Melangkah, Indonesia Mendengar dan Indonesia Melihat. “Sasarannya disabilitas, misalnya melalui bantuan tongkat, bantuan kursi roda. Kita beri bantu alat dengar untuk orang-orang tuli. Terus kita beri bantuan oprasi supaya mereka bisa melihat atau alat bantu lainnya,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, para penerima manfaat Operasi Katarak Gratis juga mendapatkan bantuan berupa kebutuhan hidup/dasar seperti sembako, termasuk biaya rawat jalan pasca operasi. “Harapannya kami dapat memberi layanan optimal terhadap masyarakat. Mudah-mudahan mereka yang membutuhkan bisa terbantu,” harapnya.
Selain itu ada beberapa disabilitas yang sudah menjalani proses pembinaan. Selanjutnya diberi laptop untuk menunjang kerampilannya dalam proses kemandiriannya kedepan.

Iri juga mengungkapkan Sentra Wyata Guna Bandung sudah memiliki program pencetakan buku braile untuk disebar ke tuna netra dan program pemulihan ODGJ yang sudah didata oleh Dinas Sosial atau laporan masyarakat. Mereka mendapatkan perawatan secara khusus dan pemberian obat secara berkala di sini. Intinya Sentra Wyata Guna sudah multi fungsi, diantaranya dengan memperluas kerjasama dengan pihak rumah sakit terdekat dengan mendukung atau memberikan fasilitas inap layanan kesehatan.
Al Khaliq & Mahluknya Berdo’a Kepada Mereka Yang Mengajarkan Kebajikan Pada Manusia
Media Cetak Diprediksi Lebih Menyehatkan Akal Pikiran Dibandingkan Media Sosial

