Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)
Sejumlah tulisan sebelumnya Saya pernah jelaskan terkait “Derita Kepala Sekolah” dalam mengelola satuan pendidikan. Ada kepala sekolah yang menggadaikan BPKB kendaraan, sertifikat rumah dan meminjamkan tabungannya untuk operasional sekolahan. Mengapa? Karena BOS selalu terlabat dan terlambat.
Dalam narasi sebelumnya Saya katakan, “Mana mungkin sekolah dapat dikelola dengan baik dengan perlambatan anggaran?”. Istilah “Man” dan “Money” adalah dua hal utama. Ada SDMnya, dananya terlambat, pasti masalah. Ada anggaran, SDMnya impoten, pasti masalah juga.
Kini Nadiem Makarim rencananya mengeluarkan kebijakan baru yang aspiratif dan memerdekakan. Dana BOS tahap 1 akan diberikan di awal Januari tahun 2023, tahap 2 akan diberikan pada bulan Juli. Untuk BOS, BOP, PAUD, dan BOP kesetaraan reguler pada tahun 2023, tahap 1 akan disalurkan sebesar 50%.
Anggaran BOS tahun 2023 naik 0,5% dari anggaran tahun sebelumnya. Semoga kenaikan anggaran dan kebijakan Nadiem Makarim yang berpihak pada sukses manajerial satuan pendidikan dapat diimbangi oleh prestasi manajerial yang melahirkan lulusan profile Pelajar Pancasila.
Apresiasi pada sosok Mendikbud Ristek Nadiem Makarim yang “memerdekakan” jelimet pendidikan kita. Sejumlah kebijakan yang pro merdeka pendidikan, dimulai dari hilangnya UN yang menjadi momok banget di tahun-tahun sebelumnya. Kritik dari berbagai pihak pada Nadiem Makarim adalah dinamika konstruktif untuk kebaikan pendidikan Indonesia.
Nadiem Makarim adalah sosok istimewa, bahkan *Saya yakin dalam giat Rakernas AKSI di Bali tanggal 13 sd 15 Januari 2023, Beliau pun pasti hadir*. Beliau pasti hadir karena AKSI adalah bagian dari entitas organisasi strategis yang sangat mendukung semua program Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek. AKSI selalu berusaha terdepan dalam mendukung sukses tujuan pendidikan nasional.
Satuan pendidikan dan kepala sekolah adalah Kemendikbud Ristek dan Mendikbud yang ada di pedesaan dan perkotaan. Sekolahan hakekatnya adalah kantor Kementerian Pendidikan Ristek. Kepala sekolah pun adalah perwakilan sosok Mendikbud Ristek. Sukses sekolahan, sukses pendidikan Indonesia.
Sukses tujuan pendidikan nasional bukan di tentukan di Jakarta, melainkan ditentukan dinamika layanan berdiferensiasi di sekolahan. Terimakasih Nadiem Makarim telah membawa spirit merdeka dalam berbagai dimensi layanan pendidikan. Ditunggu implementasinya dan ditunggu di Bali dalam Rakernas AKSI 13 sd 15 Januari 2023. Allah membersamai Bapak Mendikbud Ristek.











