OPINI/Artikel

Rakernas AKSI, Wajah Kepala Sekolah Indonesia

adminsigiku.com
×

Rakernas AKSI, Wajah Kepala Sekolah Indonesia

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Giat Rakernas AKSI pada tanggal 13 s.d. 15 Januari di Bali adalah sebuah upaya transformasi organisasi entitas kepala sekolah. Setiap profesi wajib berorganisasi dan menguatkan kapasitas dan profesionalitasnya.

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Ristek sangat menghormati AKSI sebagai organisasi profesi. Dalam catatan Kemdikbud Ristek, hanya AKSI yang “diakui” sebagai organisasi kepala sekolah Indonesia.

AKSI pun legal dan berbadan hukum. Jangan sampai entitas kepala sekolah lebih prioritas pada organisasi tak berbadan hukum. AKSI organisasi yang legal dan punya visi misi yang tidak ringan untuk membawa martabat entitas kepala sekolah pada prestasi dan dedikasi terbaiknya pada bangsa.

Giat Rakernas AKSI di Bali yang akan dihadiri sejumlah Kadisdik, kepala sekolah pejuang dan sejumlah awak media, adalah sebuah momentum transformatif bagi kepala sekolah Indonesia untuk lebih profesional dan kontributif pada sukses pendidikan nasional.

Sejumlah dinamika dan tantangan entitas kepala sekolah di lapangan layanan pendidikan sangatlah tidak sederhana. Bahkan sejumlah kepala sekolah mengalami dinamika tindakan yang sangat tak wajar.

Terutama dalam karir kepala sekolah diduga masih ada bau bau politisasi dan diskriminasi. Bisa diskriminasi dari birokrasi atau publik lainnya. Tidak lah mudah menjadi seorang manajer dan pemimpin pembelajaran. Dibutuhkan kompetensi dan kapasitas mumpuni.

AKSI hadir sejatinya mampu membangun beberapa hal. Diantaranya adalah : 1) menguatkan silaturahmi secara nasional, 2) menguatkan kapasitas secara nasional, 3) menguatkan publikasi dan informasi positif secara nasional, 4) menguatkan kolaborasi dan relasi positif dengan semua pihak, 5) menguatkan martabat dan perlindungan profesi.

Apapun yang terjadi dan bergeliat di Rakernas AKSI di Bali menunjukan wajah realitas kepala sekolah Indonesia. Wajah kepala sekolah Indonesia wajib prestatif dan transformatif. Mengapa? Karena AKSI menjadi organisasi legal dan terdepan dalam mempertanggung jawabkan entitas profesi kepala sekolah.

Saya mengajak semua kepala sekolah dari Sabang sampai Meraoke, dari Pulau Rote sampai Miangas, terlibat secara prestatif, langsung atau pun tidak. Ragam keterbatasan dan kompleksitas jabatan kepala sekolah tidak membatasi kita semua untuk bersatu dalam rumah perjuangan bersama bernama AKSI.

Pepatah bijak mengatakan, “Bersatu, persatuan dan kebersamaan adalah modal kekuatan”. Termasuk kekuatan entitas kepala sekolah Indonesia adanya di organisasi legal bernama AKSI. Bersama kita bisa. Bersatu kita bisa. Berorganisasi kita bisa.

Saluran yang tepat terkait penguatan martabat kepala sekolah ada di AKSI. Mari smua kepala sekolah terlibat, langsung dan tidak langsung dalam AKSI. Satu satunya organisasi entitas kepala sekolah yang legal diakui pemerintah/Kemdikbud Ristek.

Secara geografis memang kita terpisah. Namun dunia real teknologi maya, bisa menyatukan kita. Diantaranya melalui penguatan komunikasi melalui berbagai saluran, diantaranya website AKSI, dan tentunya organisasi AKSI. Segala keterbatasan dan kompleksitas mari kita minimize bersama dalam niat baik, bersatu dalam AKSI.