OPINI/ArtikelRagam

Kepala Sekolah Ideal Versi Kang Didin

adminsigiku.com
×

Kepala Sekolah Ideal Versi Kang Didin

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Adalah Didin Jamaludin, M.Pd. (Kang Didin) Kepala SMAN Parakansalak, Kabupaten Sukabumi. Dini hari diskusi terkait profesi kepala sekolah dengan penulis. Kang Didin ini adalah kepala sekolah yang pernah menjadi juara 1, Guru PPKn Berprestasi Tingkat Nasional.

Kang Didin pun berpengalaman di MGMP, organisasi PGRI, Pramuka, KNPI, ICMI dan sejumlah entitas kemasyarakatan lainnya. Sosok Kang Didin termasuk anggota yang kritis dalam Forum Kepala Sekolah SMAN/SMKN/SLBN 69 atau FKKS 69 Jawa Barat. FKKS 69 adalah forum learning community entitas kepala sekolah jenjang menengah.

Kang Didin pun konon katanya, kata konon, pernah menjadi sahabat dekat Dessy Ratnasari yang kini jadi Anggota DPR RI. Mungkin juga pernah menjadi pacarnya? Atau Kang Didin yang suka pada Dessy Ratnasari, sementara Dessy Ratnasari-Nya, hanya menghargai saja. Biar tidak jadi SadBoy, ahaa.

Kembali pada apa kata Kang Didin terkait profesi kepala sekolah? Ia mengatakan menjadi seorang kepala sekolah di jaman ini makin jelimet dan penuh tantangan. Tantangan internal, eksternal dan tuntutan prestasi. Menjadi kepala sekolah versi Kang Didin setidaknya harus punya tiga modal.

Modal pertama harus punya *Mental Baja*. Jangan cengeng, tidak mudah menyerah. Menghadapi tantangan dunia pendidikan saat ini bila bermental kaleng, apalagi mental krupuk bisa terpuruk. Jadilah pribadi tangguh dengan mental baja. Minimal mental baja ringan kali ya. Atau baja yang sudah digalvanis.

Kedua harus Wajah Arjuna. Apa itu wajah Arjuna ? Bukan berarti harus ganteng kaya Arjuna atau Ari Sigasale, tapi harus ramah, santun dan edukatif. Kepala sekolah adalah pelayan masyarakat yang peduli pada dunia pendidikan. Kata Kang Didin kepala sekolah harus familier, “Ka luhur tepung, ka handap nepi”.

Ka luhur tepung, ka handap nepi, bisa didefiniskan dengan kemampuan edukatif kolaboratif ke atas dan bawah. Atasan di hormati, bawahan dilayani dengan baik. Tentu bukan jilat atasan, injak bawahan. Kepala sekolah harus “soft” edukatif ke empat penjuru arah angin.

Ketiga harus Berhati Nabi. Hati Nabi adalah hati yang memahami dan mengerti pihak lain. Tidak pendendam, amanah, jujur, hati dingin dan solutif dalam menghadapi tantangan yang memang tidak ringan. Pesan ini disampaikan Kang Didin sebagai “pelipur” jiwa atas fakta jelimetnya profesi kepala sekolah.

Kepala sekolah adalah jabatan yang jauh dari zona nyaman. Dari segi idealitas kehidupan, zona tak nyaman itu sangat baik bagi pribadi yang suka tantangan. Bagi pribadi yang tidak suka tantangan dan ingin nyaman, ingin zona nyaman, maka kepala sekolah adalah jabatan yang akan dihindari.

Mental Baja, Wajah Arjuna dan Hati Nabi adalah teori Didin yang bisa jadi “support system” bagi entitas kepala sekolah dimana pun berada. Wahai sahabat ku semua, sahabat penulis, sahabat AKSI, pribadi terhebat adalah pribadi yang selalu sehat, panjang manfaat dan panjang umur. Semua dilandasi mencari ridha Ilahi.