Antar Desa

Ketua Tim penggerak PKK Kota Ambon Berkunjung ke Posyandu Melati 3 Air Salak Waiheru

adminsigiku.com
×

Ketua Tim penggerak PKK Kota Ambon Berkunjung ke Posyandu Melati 3 Air Salak Waiheru

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Roy P

Kota Ambon – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Watimena berkunjung ke Posyandu Melati 3 Air Salak dan Posyandu Lansia Sejahtera, Desa Waiheru, Kecamatan Baguala Ambon, Rabu (5/04/2023).

Dalam kunjungan tersebut, hadir Kepala Desa Waiheru, Usman Elly beserta Ketua PKK Desa Waiheru dan tim penggerak posyandu juga para ibu hamil beserta bayinya.

Watimena melihat langsung proses pelayanan yang diberikan Posyandu mulai dari pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan, dan pelayanan imunisasi bagi bayi di Posyandu Melati 3 Air Salak, imunisasi baik balita maupun ibu hamil.

Watimena mengatakan bayi dan ibu hamil harus di awasi dengan rutin mengecek pertumbuhannya, paling mudah dengan membawanya ke Posyandu.

“Mari semua masyarakat bawa dan timbang anaknya secara berkala di Posyandu guna mengecek pertumbuhan dan perkembangan anaknya, selain itu, ibu hamil juga penting memeriksa kondisi kandungan secara rutin di Posyandu,” ucapnya.

Watimena berharap stunting yang ada di posyandu bisa turun sampai 0 persen, untuk itu penting adanya kerjasama yang baik.

“Pemerintah dan para orangtua yang punya anak – anak balita jangan sampai stunting, makanya harus ada penyuluhan dari kader dan juga dari ibu – ibu PKK,” lanjutnya.

“Saya berharap PKK ada intervensi, terkhusus kepada ibu hamil, karena sebenarnya stunting itu kalau tidak kita perhatikan dari masa kehamilan otomatis dia lahir kalau asupan gizinya tidak baik otomatis lahir anaknya pasti stunting,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama Usman Elly, Kepala Desa Waiheru mengucapkan terima kasih atas kedatangan ketua tim penggerak PKK Kota Ambon di Posyandu Melati 3 Air Salak.

“Kasus stunting yang ada di posyandu Melati 3 ini hanya ada satu kasus, tapi sekarang sudah baik dan tidak masuk dalam kategori stunting, kemudian di Asrama Haji RT 31 juga ada sala satu stunting, tapi kalau di lihat dari daftar kesehatan itu bukan pengaruh karena stunting, itu bawaan penyakit dari lahir masalah jantung,” tuturnya.

Kemudian di RT 08 itu juga ada kasus stunting, lanjutnya, jadi jumlah seluruh kasus stunting dari tahun 2021 itu 63 kasus dan di Tahun 2022 turun jadi 20 kasus.

“Untuk Tahun 2023 ini sudah turun menjadi 5 kasus stunting, mudahan-mudahan ke depan tidak ada lagi kasus stunting di Desa Waiheru,” harapnya.

Disebutkan, intervensi dari Dana Desa sangat luar biasa yang untuk kasus stunting, dimana untuk penanganan 20 orang anggarannya mencapai Rp.72 juta.

“Jadi persatu kasus stunting mendapat 300rbu/bulan yang kita berikan dalam bentuk bantuan berupa makanan sembako dll, dengan harapan melalui intervensi dari desa itu bisa membantu menurunkan angka stunting yang ada di Desa Waiheru,” tandasnya.

Diungkapkan, pihaknya telah membangun beberapa posyandu yaitu Air Salak RT 2, kemudian di RT 26 dan di RT 08.

“Itu semua sudah dibangun dan ke depan, kalau memang ada lahannya, bisa kita bangun lagi, semuanya untuk kepentingan masyarakat Desa Waiheru,” tutupnya.