Pewarta : Frans Ganyang
Koran SINAR PAGI, Kab.Bogor,- Proyek pembangunan masjid baitul paidzin di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bogor belakangan ini menjadi perhatian serius bagi berbagi kalangan, pasalnya; proyek yang tergolong strategis dan menjadi skala prioritas Pemkab dikarenakan masjid Baitul Faidzin merupakan ikon khususnya bagi masyarakat bumi tegar beriman.
Bagai mana tidak, seperti diketahui proyek dimaksud baru saja selesai berapa tahun kini sudah menuai beragam kecaman, ada indikasi kuat dalam prosesnya tidak sesuai spek-tek dan sarat unsur kepentingan yang tentunya melibatkan berbagai pihak. mulai dari pelaksana kegiatan, konsultan pengawas dan para pejabat yang berkompeten dalam pusaran proyek tersebut.
Proyek pembangunan masjid baitul faidzin menelan anggaran yang sangat fantastis hingga mencapai angka HPS Rp. 24.78 milliar dan penawaran Rp. 21,8 milliar yang di menangkan oleh PT. MULTI GAPURA PEMBANGUNAN SEMESTA sebagai pelaksana yang di biayai oleh APBD.
Pro dan kontra kini berdatangan dari para tokoh, baik dari DMI dan MUI Kabupaten Bogor sebagai bentuk perhatian keras dan koreksi meminta pertanggung jawaban kepada pihak terkait atas rawanya dugaan skandal gelap dan penyimpangan dalam berbagai kegiatan fisik di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bogor akhir – akhir ini yang ditunggangi berbagai unsur kepentingan secara terselubung dan nuansa politis di dalamnya sangat kental terkesan sulit dihindari.
Hingga berita ini kami publish, di duga kuat oknum pejabat DPUPR masih bungkam meskipun sudah kami upayakan konfirmasi lanjut “by fhone” akan tetepi masih slow response ketika di mintai setatement atas adanya dugaan temuan tersebut.
