Oleh : Rindi Sartika (Ibu rumah tangga)
Tahun politik sudah tercium aromanya. Adanya pernyatan dari Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahur Music alias Romy, soal harapannya agar masyarakat tidak melihat dari sisi kesholihan tiga calon presiden (Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan) yg muncul di sejumlah lembaga survei nasional.
Bahkan menurutnya didalam kitab yg menjadi rujukan untuk tata negara dalam hukum islam sekalipun, seorang pemimpin yg ahli maksiat masih memiliki hak untuk ditaati sepanjang dia memberikan kebebasan dalam beragama.
Karena yg menjadi persoalan krusial sebenarnya adalah kualitas dan kapasitas pemimpin itu sendiri.
Dan kemudian terkait pernyataannya tersebut ada dua hal yg menjadi persoalan yaitu tetang kriteria calon pemimpin dan sejauh mana seorang pemimpin wajib ditaati. Apakah calon pemimpin yg fasiq atau gemar melakukan maksiat tetap wajib ditaati?
Padahal sudah jelas, bagi seorang muslim yg hidup dinegara yg mayoritas penduduknya beragama islam harusnya menjadikan islam dan dasar alquran dan sunnah sebagai satu-satunya standar dalam menetapkan calon pemimpin dan juga prilaku serta kebijakannya dalam memimpin.
Diantara beberapa syarat dari kriteria calon pemimpin adalah harus yg memiliki sikap adil. Adil dalam artian tidak fasiq atau bukan ahli mksiat atau orang zalim. Karena orang fasiq dan zalim adalah mereka yang tidak mau berhukum dengan hukum-hukum Allah.
Untuk itu jelas sekali bahwa tuntutan kaum Muslim yang sebenarnya adalah bukan hanya soal memilih dan mengangkat pemimpin atau kepala negara, tapi mereka yang dituntut untuk bisa menegakkan sistem pemerintahan islam (Imamah atau khilafah)
Dalam sebuah negara tidak berbicara lagi terkait individu, karena seorang pemimpin sudah tidak memutuskan hukum atas diri pribadi tapi untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, dan untuk mewujudkan itu tiada lain adalah mengembalikan kembali tata hukum dan aturan sebagaimana islam menyebutnya dengan kata pemimpin yang menerapkan kembali aturan bersumber dari Alquran yang mulia. Kita tentu membutuhkan seorang pemimpin yang mampu menegakan agama, membela sunnah, menolong orang-orang yang di dzalimi , serta memenuhi hak dan mengembalikannya pada posisinya.











