Pewarta : Awing
Kabupaten Jeneponto – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI DDI) Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Senat Rapat terbuka wisuda dan wisudawati tahun akademi 2022 / 2023.
Acara tersebut berlangsung di Gedung Sipitangarri Bontosunggu Kelurahan Empoang kota kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Selasa 12/09/2023.
Sirajuddin, S.Pd., M.Pd. “Alhamdulillah ucapan banyak terimakasih kepada bapak Bupati dan Forkopimda Kabupaten Jeneponto dalam hal ini Bapak Kapolres dan Dandim, Ketua PB DDI, serta Sekretaris Koordinator Kopertais Wilayah VIII Sulawesi Maluku dan Papua atas kehadirannya dan support serta doanya ke Mahasiswa wisudawan (i) STAI DDI Jeneponto.
Menurutnya bahwa menjadi membanggakan bagi mahasiswa kami dan tentunya ke Lembaga kami STAI DDI Jeneponto, berkat kehadiran bapak di acara wisuda mahasiswa kami tahun Akademik 2022/2023.
Selain itu, Ketua panitia wisudawan wisudawati Sirajuddin dalam laporannya menyebut bahwa wisudawan wisudawati tahun akademi 2022 / 2023 sebanyak 251 Orang Mahasiswi dan mahasiswa. Dengan rincian bahwa Mahasiswa Mahasiswi Jurusan Hukum sebanyak 118 Orang. Sementara untuk Jurusan Pendidikan agama Islam sebanyak 113 Orang.
Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Jeneponto Drs.H.Iksan Iskandar,M.Si, Ketua DPRD Jeneponto, Dandim 1425 jeneponto Letkol INF. Muhammad Amin, S.IP, Kabag SDM Kompol Amrin Ambo Tang,SH, MH. Kepala Kemenag Jeneponto, H.Saharuddin, S.Pd.I, M.Ag
Selain itu turut hadir Kopertais Sulawesi Maluku,Ketua Yayasan STAI DDI Jeneponto, Pengurus Besar Nahdatul ulama, Rektor dan para dosen serta undangan lainnya.
Ketua Yayasan STAI DDI Jeneponto Saenal Tutu, dalam sambutannya mengatakan bahwa ” DDI Jeneponto sampai saat ini masih membina 2 bidang studi yang pertama adalah program studi pendidikan agama islam (PAI).
Alumninya telah bekerja mulai dari guru TK sampai SMA dan semua telah terbukti bahwa alumni kita hampir semua sekolah ada dibeberapa kabupaten di Sulawesi Selatan.
Selain itu, ada juga alumni STAI DDI Jeneponto yang menjadi guru.
Yang kedua program Hukun Ekonomi Syariah (HES), jengan gelar sarjana hukum dalam hal ini rekrutmen ASN PPPK yang kurang lebih 60 orang tersebar di Sulawesi Selatan.
Meskipun demikian kata Saenal Tutu, “kami melaksanakan perkuliahan di kabupaten Jeneponto ini, tapi kami mengajar anak bapak dan ibu untuk bersaing di tingkat Nasional. Tak hanya itu, di beberapa Mesjid Agung di Sulawesi Selatan ini ada alumni kita yang jadi imam “.
Kemudian, “saya sampaikan bahwa kedua program studi ini , kita semua berhak jalan karena semua ini sudah terakreditasi dan dapat di akses dimana saja”. ujarnya
Sementara itu Kopertais Wilayah VIII Sulawesi Maluku menyebut bahwa Stai DDI ini sekarang, kalau usia itu ada 3, anak-anak, remaja, dewasa. Stai DDI ini masih usia 10 tahun lebih,
“Kalau remaja itu bukan mi sekolah tinggi tapi institut, kalau dewasa namanya universitas.”
Menurutnya, STAI DDI ini masih sekolah tinggi , jadi masih masuk kategori anak-anak. Kita berupayah mendorong pola pikir kedepan supaya bisa menjadi Sekolah Tinggi,ujarnya
Ditempat yang sama, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dalam sambutannya mengatakan bahwa, Suatu kebanggaan dimana di Jeneponto semakin banyak yang sarjana, ini bisa berpengaruh di bidang pembangunan kabupaten Jeneponto.
Di tahun 2045 kita ini bangsa Indonesia masuk pada tahun emas namanya, oleh karena itu para pemerintah sekarang harus mempersiapkan generasi. Karena kita di tahun 2045 anak-anak yang sekarang sudah menjadi pemimpin-pemimpin bangsa.
Harapan kita itu Indonesia tahun 2045 masuk pada dua negara besar dunia Amerika, China, Indonesia, Rusia dan paling tidak 5 besar. Tugas kita sekarang bagaimana mencerdas kan kehidupan anak-anak kita kedepan. Kalau mau menjadi pemimpin kedepan paling tidak 3 resep sukses. Pertama harus fokus, yang kedua harus aktif, yang ketiga harus produktif. Ungkap Bupati Jeneponto













