Oleh : Yuni Irawati ( Ibu Rumah Tangga)
Beberapa hari belakangan ini telah terjadi di Rancaekek, Kabupaten Bandung, adanya geng motor yang masih dibawah umur berulah kembali. Mereka melakukan pemukulan kepada pengendara lain. Ini jelas terekam CCTV, ada 9 orang terduga dan juga ada markas di rumah ketua geng yang masih di bawah 16 tahun. Masyarakat juga mengira markas itu hanya untuk berkumpul anak muda dan untuk bermain PS.
Geng motor ini memang meresahkan masyarakat. Perbuatan yang tidak bermoral dan tidak beradab ini adalah cerminan dari segala hal. Seperti kegagalan dalam pendidikan terus juga kegagalan dalam pembentukan kepribadian dan harusnya mengarah kepada eksistensi ke arah yang benar. Dan rendahnya jaminan keamanan negara juga rendahnya ketegasan aparat dalam menjaga keamanan masyarakat dan nilai agama hanya diposisikan dalam ibadah ritual saja. Jelas jika kita melihat kompleksitas dari persoalan kenakalan remaja saat ini, sejatinya kita akan menemukan bahwa bukan hanya sistem pendidikan saja yang harus dievaluasi, tetapi juga sistem kehidupan yang sangat sekuler. Sistem ini telah terbukti menjadi pangkal dari banyak persoalan-persoalan yang bermunculan, termasuk kenakalan- kenakalan remaja. Bukan untuk mengatur kehidupan sehari-hari jadilah seperti ini bebas tak terbatas berbuat semaunya. Anak muda yang kehilangan jati diri tidak mengenal hal-hal dan haram mereka hanya ingin memuaskan hasrat eksistensi mereka walaupun dengan cara anarkis seperti, contohnya nyawa sebagai taruhannya. Akhirnya munculah para remaja dengan sebutan geng motor. Cerminan ini sesungguhnya hasil potret buram penerapan sistem kehidupan sekuler yang idenya jelas diadopsi dari orang-orang kafir. Di mana aqidah diserahkan kepada pilihan individu masing-masing dan tidak akan menyelesaikan masalah secara tuntas. Dan negara juga hanya menindak para pelaku geng padahal harusnya ada edukasi tentang tujuan hidup.
Melihat sangat rusaknya remaja akibat penerapan sistem kehidupan sekuler, termasuk di dalamnya sistem pendidikannya yang sekuler, maka menjadi penting untuk kita mengembalikan kehidupan Islami dan sistem pendidikan yang Islami. Dengan demikian, remaja akan dapat terselamatkan dengan tuntas. Kalau di sistem Islam, melalui pendidikan Islam itu memiliki visi untuk menjadikan generasi berkepribadian Islam, yaitu mereka harus mampu berpola pikir dan berpola sikap Islam. Dengan landasan Islam mereka itu akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mereka juga harus faham mana tindakan yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.
Kurikulum di Islam juga mengajarkan semua anak-anak terkait ilmu agama, sehingga mereka mampu mengarungi kehidupan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahannya yang ditimbulkan darinya sendiri .Tak hanya sistem pendidikan, negara juga akan menjaga lingkungan dengan yang islami. Dengan demikian, para generasi akan senantiasa tersuasanakan dengan kehidupan islam. Ketakwaannya juga akan membawa pada iktikad untuk bisa menjadi sebaik-baik manusia, yaitu yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Dengan bisa diterapkannya sistem kehidupan yang Islami berikut sistem pendidikan Islamnya juga, bukan hanya kenakalan remaja saja yang bisa diredam, tetapi juga akan melahirkan remaja- remaja tangguh yang siap mengisi estafet kepemimpinan menuju peradaban umat manusia yang amat mulia.
Wallahu’alam bishawab











