Pewarta : Zulfadli, M.M.
Koran SINAR PAGI, LANGSA – ACEH,-Pasalnya Kantor vertkal (YUDIKATIF – red) yang berdiri di Pemerintah Kabupaten serta kota hampir di seluruh Aceh di duga dibangun menggunakan sumber dana dari Angaran Pendapatan Belanja Daerah. tentulah hal ini dapat membuat kecemburuan sosial terhadap kalangan masyarakat serta ASN di pemerintah seluruh Aceh. karena banyak saranah alat-alat kerja di intansi pemerintah daerah kurang memadai serta rusak karena alasan tidak memiliki biaya perbaikan dan ada lagi
Mengenai tunjangan kinerja ASN yang 50% serta telatnya TPP selama 6 bulan terhitung mulai dari bulan may s/d oktober 2023 pun belum juga dibayarkan.
Di sisi lainnya kami dari media ini, mendengarkan langsung dari oknum ASN tersebut yang haknya dizolimi oleh pemerintah daerah. sementara ada yang lebih menyakitkan lagi yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Aceh Timur- Aceh, gaji para dokter dan bidan PTT pada masa 2017 belum juga di bayarkan selama 12 bulan dengan gaji nominal bervariasi ada yang Rp 4.000.000 s/d Rp 5.000.000 untuk 430 tenaga dokter dan Bidan PTT.
Menurut Muslim, Humas disalah satu LSM Bungoeng Lam Jaroe yang ada di Kota Langsa yang bergerak untuk mengangkat kepentingan hajat masyarakat, turut berkomentar untuk hal ini. “Sungguh terlalu Tim anggaran perencanaan daerah di Kabupaten Aceh Timur itu memperlakukan ASN seperti sapi perah sementara mereka yang terdepan berkerja untuk membantu pembangunan kinerja pemerintah daerah kok malah lebih mengutamakan kepentingan pembangunan gedung vertikal (YUDIKATIF -red) yang berada di daerah ketimbang mencairkan tunjangan kinerja ASN yang diperintahkan melalui mentri.
Masih kata Muslim, “Ketua KPK serta menteri-menteri tolong buka mata dan telinga kalau perlu buat tim untuk terjun ke bawah jangan hanya pandai berbicara di Media sosial sementara di lapangan banyak sekali Ketimpangan permasalahan-permasalahan di daerah dan bukankah ini salah satu bisa menggangu program negara,” pungkasnya (10/11/2023).
