Oleh : Ai Sumiati (Ibu Rumah Tangga)
Kasus stunting masih menjadi perhatian yang serius. Meskipun dianggap menurun dari 27,6 persen di tahun 2019 menjadi 21,6 persen di tahun 2023, tapi angka tersebut masih terbilang tinggi. Pemerintah telah menargetkan prevalensi stunting menjadi 14 persen di tahun 2024 dengan melakukan pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), salah satunya Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna, mengintruksikan kepada para Aparatur Sipil Negara(ASN) yang ada di lingkungan Pemkab Bandung agar mereka menjadi bapak atau ibu angkat dari anak pengidap stunting dan ibu hamil. Dilansir dari WWW.PASJABAR.COM. Hal itu disampaikan Bupati Bandung dalam sebuah Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting disebuah pontren di kecamatan Solokanjeruk, Minggu (26/11/23).
Upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Bandung terus diupayakan. Salah satunya dengan menambah anggran stunting pada APBD 2024. Apabila anggaran APBD tidak mencukupi untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Bandung, harus ada solusi lain. Maka Bupati Bandung meminta kesadaran kepada para ASN untuk menjadi bapak atau ibu angkat untuk memberikan gizi, tapi dengan titik sasaran yang tepat. Untuk menjadi bapak angkat tersebut per harinya diperlukan biaya sebesar Rp 21 ribu selama 120 hari bagi ibu hamil. Sementara untuk bayi baru lahir Rp 16.500 per hari selama 56 hari.
Kasus stunting pada anak bukan sekedar masalah gizi yang tidak tercukupi. Namun bagaimana sebuah keluarga itu mampu memenuhi kebutuhan gizinya. Kemampuan ini berkaitan erat dengan kondisi perekonomian keluarga. Sementara faktanya banyak keluarga yang mengalami kemiskinan ekstrim. Sehingga, jangankan berpikir mengenai gizi untuk sekedar makan yang layak saja banyak keluarga yang tidak mampu.
Kemiskinan Ekstrim saat ini diakibatkan penerapan sistem kapitalisme. Kapitalisme memposisikan negara sebagai regulator yang abai terhadap kebutuhan rakyatnya. Kapitalisme juga menghasilkan penguasa yang memanfaatkan kedudukannya hanya untuk memperkaya diri. Alhasil, penguasa hanya setengah hati dalam mengurusi rakyatnya. Disisi lain prinsip kebebasan dalam sistem kapitalisme membuat para pemilik modal menguasai sumber daya alam. Padahal harta kekayaan ini seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat, seperti dengan menyediakan layanan kesehatan gratis, menyediakan lapangan pekerjaan dan lain sebagainya.
Kasus stunting tidak akan benar-benar selesai selama dipimpin oleh sistem kapitalisme. Penguasa hanya akan sibuk dengan memikirkan angka sementara anak-anak masih dalam kondisi stunting yang semakin memprihatinkan.
Kondisi seperti ini akan sangat berbeda ketika ditengah masyarakat ada sebuah negara yang menerapkan sistem Islam. Negara akan sangat bertanggung jawab atas rakyatnya, sehingga jauh dari kata abai tidak seperti dalam sistem kapitalisme. Negara akan mengurusi rakyatnya dengan seoptimal mungkin. Jika ditengah masyarakat terjadi masalah negara akan berupaya keras untuk menyelesaikannya dengan tuntas.
Seperti kasus stunting, negara akan memenuhi kebutuhan gizi individu per individu. Setiap kepala keluarga akan diberikan lapangan pekerjaan yang seluas mungkin untuk memenuhi nafkah keluarganya. Kekayaan alam yang ada di negeri-negeri kaum Muslim sangat melimpah ketika dikelola dengan baik oleh berbagai sektor akan membuka peluang lapangan pekerjaan yang memadai. Maka ketika seorang ayah bekerja akan mampu membeli barang dan jasa. Negara juga akan memastikan ketersediaan bahan pangan yang mampu dibeli oleh masyarakat. Serta menghilangkan distorsi pasar yang membuat masyarakat sulit untuk membeli. Sehingga kebutuhan gizi pada anak-anak akan terpenuhi.
Adapun pelayan publik, salah satunya pelayanan kesehatan, negara akan memberikannya secara gratis. Dalam Islam kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar publik yang mutlak ditanggung oleh negara. Semua warga akan mendapatkan pelayanan yang sama tanpa memandang latar belakang.
Upaya yang dilakukan didalam sistem kapitalisme dengan menjadikan para ASN sebagai orang tua asuh bukanlah solusi terbaik. Tetapi dengan mengembalikan kembali kehidupan Islamlah solusi yang efektif dalam mengatasi kasus stunting. Wallahu’alam bishshawab.











