Nodai Malam Suci Ramadhan di Kota Santri, Seorang Pemuda Bergamis Nekat Nenggak Miras

0
169

Keterangan Foto : Seorang Pemuda dengan Berpakaian Gamis beserta beberapa pemuda berhasil di amankan Laskar Ormas Islam di Kota Tasikmalaya usai menenggak Miras di Kawasan Jl.Siliwangi, Tawang Kota Tasikmalaya.

Pewarta : Tono Efendi/Deddy ZM

Koran Sinar Pagi (Kota Tasikmalaya)- Bukannya menghidupkan malam malam akhir ramdhan dengan beribadah di mesjid, namun sejumlah anak muda ini terkaget saat belasan Ormas Islam menyambanginya didepan sebuah kantor perbankan swasta di kawasan Jalan Siliwangi, Tawang – Kota Tasikmalaya Sabtu ( 30/03/2024) dinihari sekira pukul 24.20 WIB, mereka nyaris kabur namun berhasil di amankan oleh sejumlah Laskar Ormas Islam.

Dari lokasi tempat nongkrong tersebut, Laskar Ormas Islam menemukan dua botol miras dan minuman lainnya.
Ke enam pemuda dua diantaranya wanita ini, dinasehati untuk tidak menodai kesucian bulan ramadhan, dan bisa menghormati Umat Islam yg tengah beribadah dimalam hari karena kebetulan mereka melakukan kegiatan tak terpuji ini tak jauh dari sebuah Mesjid. Yang lebih miris lagi satu diantara anak muda ini masih menggunakan gamis layaknya seseorang sedang beribadah di mesjid atau kegiatan keagamaan.

Saat dimintai keterangan sang pemuda yang dibadannya penuh tato ini mengaku berasal dari Desa Jatiwaras Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya. Ia mengaku usai acara buka puasa bersama dengan teman temannya, lalu dirinya bergabung untuk menegak miras sambil nongkrong.

“Saya tadi habis bukber pak terus kesini nongkrong bareng teman teman, ya saya jujur tadi minum miras itu pak bareng teman teman ” ujarnya sambil menunduk malu.

Usai diberikan nasehat dan peringatan, ke enam pemuda inipun diminta untuk membubarkan diri, karena hari sudah larut malam, dan khawatir menganggu ketertiban umum.

Ustadz Abu Hazmi sekretaris Al Mumtaz ( Aliansi aktivis dan masyarakat Muslim Tasikmalaya ) menegaskan bahwa pihaknya usai mengelar tarawih dan tadarusan menerima laporan dari masyarakat bahwa banyaknya aktivitas aktivitas dimalam Ramadahan yang menodai umat islam yang tengah menjalankan ibadah dan mereka merasa tergangu terlebih adanya aktifitas berbau maksiat dikafe kafe dan tempat tempat nongkrong di Kota Tasikmalaya.

Ustad Abu pun bertekad bersama ormas islam lainnya akan tetap terus menegakan amar maruf nahyi mungkar dan menjaga kehormatan Tasikmalaya yang memiliki julukan “Kota Santri” harus tetap di jaga.

“Tugas kami hanya mengingatkan dan menasehati mereka agar bisa menghormati bulan suci ramadhan, miriskan berpakaian islami tapi melakukan masksiat, ini harus menjadi pekerjaan rumah kita semua untuk tetap menegakan amar maruf dan nahyi mungkar di kota santri dan menjaga marwah kota santri selamanya,” Tegas ustad Abu Hazmi. (***)